Media Kampung – MA Putri Nurul Masyithoh di Lumajang menerapkan visi untuk mencetak generasi GEMILANG yang tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan menghadapi tantangan zaman. Madrasah ini mengedepankan pembentukan karakter berlandaskan akidah Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah dengan pendekatan pendidikan berbasis pesantren.

Kepala Madrasah, Siti Nur S., menjelaskan bahwa istilah GEMILANG merupakan akronim dari Generasi Edukator Muda Inspiratif, Luhur, Agamis, Nasionalis, dan Gigih. Visi tersebut diwujudkan dengan menanamkan nilai religius, akhlak mulia, dan jiwa nasionalisme kepada para siswi agar mereka mampu bersaing sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat. “Kami ingin mencetak siswi yang cerdas akademik sekaligus berakhlak mulia dan semangat juang tinggi,” ujarnya.

Pendekatan keagamaan di madrasah ini semakin diperkuat melalui pembiasaan ibadah sehari-hari dan amaliyah ke-NU-an yang diintegrasikan dalam kegiatan belajar. Lingkungan belajar yang menyerupai pesantren mendukung proses internalisasi nilai-nilai tersebut, didukung oleh tenaga pendidik yang profesional dan berpengalaman.

Selain fokus pada karakter, MA Putri Nurul Masyithoh juga aktif mendorong prestasi siswi dalam berbagai bidang. Beberapa pencapaian yang telah diraih meliputi Juara 2 Lomba Baca Puisi FLS3N tingkat Kabupaten Lumajang, Juara 2 Tahfidz 30 Juz, dan Juara 1 Lomba Kaligrafi di Jombang. Saat ini, madrasah menyelenggarakan tiga kelas untuk setiap jenjang pendidikan yang ada.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Zahrotun Nisak N., menyampaikan bahwa madrasah memiliki program unggulan guna memperdalam ilmu agama dan keterampilan praktis siswi. Salah satunya adalah laboratorium agama yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan keislaman, tetapi juga membiasakan praktik ibadah seperti pembacaan sholawat, tahlil, istighosah, dan tawasul secara rutin agar siswi siap berperan aktif di masyarakat.

Selain program keagamaan, madrasah juga mengadakan pelatihan magang sebagai pengajar Al-Qur’an dan pembina Al-Qur’an yang bertujuan membentuk calon pendidik muda khususnya di bidang Al-Qur’an. Pengembangan keterampilan diri siswi juga diperkuat lewat kelas kecantikan dan memasak sebagai bekal masa depan.

Sistem asrama di MA Putri Nurul Masyithoh menerapkan pola pondok pesantren dengan aktivitas keagamaan dan belajar bersama dilaksanakan hingga malam hari setelah kegiatan formal selesai. Fasilitas pembelajaran juga terus diperbaharui dengan menghadirkan ruang kelas digital ber-AC dan smart TV untuk mendukung metode pengajaran modern.

Madrasah menyediakan fasilitas penunjang lain seperti asrama berbasis pesantren, seragam khusus untuk menunjang profesionalisme, serta layanan transportasi gratis menggunakan armada Hiace yang menjangkau berbagai wilayah di Lumajang. Pihak madrasah menegaskan bahwa biaya pendidikan tetap terjangkau agar dapat diakses oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah sesuai cita-cita pendirinya.

Dalam era digital, penggunaan gadget diizinkan sebagai sarana pembelajaran di kelas dengan pengawasan ketat agar tetap sejalan dengan kebutuhan pendidikan dan pengembangan karakter peserta didik. Hal ini menjadi bagian dari upaya madrasah untuk mempersiapkan siswi yang adaptif terhadap kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai religius.

MA Putri Nurul Masyithoh terus berkomitmen menjadi wadah pendidikan yang mampu menghasilkan generasi perempuan yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia. Melalui konsep pengajaran yang menggabungkan aspek akademik dan pesantren, madrasah ini berharap dapat melahirkan generasi GEMILANG yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, serta masa depan mereka sendiri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.