Media Kampung – Kabupaten Lumajang kembali menjadi pusat perhatian internasional dalam pengembangan pertanian berkelanjutan dengan pemasangan stasiun Geographical Indications for Environmental Sustainability (GIES) pertama di Indonesia. Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia, Rajendra Aryal, menyatakan bahwa pemasangan stasiun GIES berlangsung di Desa Wonocepokoayu, Kecamatan Senduro, pada Kamis, 28 Mei 2026.

Teknologi GIES bertujuan melacak asal lingkungan produk agar konsumen dapat mengenali kualitas dan karakteristik berdasarkan wilayah asalnya. Selain itu, teknologi ini melindungi indikasi geografis yang menjadi kekayaan intelektual petani dan pemerintah daerah. Rajendra Aryal menekankan bahwa teknologi tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian sekaligus memperkuat identitas produk unggulan daerah.

Stasiun GIES merupakan bantuan teknologi dari Pemerintah Tiongkok kepada Indonesia, khususnya untuk Kabupaten Lumajang yang ikut dalam program One Country One Priority Product (OCOP). Pelaksanaan program ini melibatkan Kementerian Pertanian, FAO, Chinese Academy of Sciences (CAS) dari Tiongkok, dan Universitas Jember yang mendampingi pengembangan OCOP dengan komoditas unggulan Pisang Mas Kirana.

Program OCOP merupakan inisiatif global FAO yang fokus pada pengembangan produk pertanian khas daerah dengan nilai unggulan dan daya saing. Di Indonesia, program ini mendukung penguatan ekonomi lokal melalui komoditas seperti Pisang Mas Kirana di Lumajang.

Dengan pemasangan stasiun GIES ini, diharapkan pengembangan Pisang Mas Kirana dapat berlangsung lebih terukur dan berkelanjutan, sekaligus mendapatkan pengakuan yang lebih luas di pasar nasional dan internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.