Media Kampung, Cianjur — Sebanyak delapan pendaki wanita dievakuasi petugas karena kelelahan saat melakukan pendakian tektok (pulang-pergi) di Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena petugas hanya menggunakan alat seadanya, termasuk selembar kain sarung.
Peristiwa itu terjadi tiga hari lalu di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Kedelapan pendaki asal Jakarta itu nekat mendaki tanpa pendampingan dan pengawasan dari relawan.
Evakuasi dengan Alat Seadanya
Relawan Riswan (44) mengatakan, petugas diminta mengevakuasi delapan pendaki perempuan yang kelelahan saat melakukan pendakian tektok. “Bagaimana ceritanya sampai mereka bisa nekat mendaki tanpa didampingi relawan yang biasa mendampingi para pendaki, apalagi yang melakukan pendakian pulang-pergi,” ujarnya kepada Kumparan, Jumat (17/7/2026).
Saat dievakuasi, kedelapan pendaki dalam kondisi baik, tetapi beberapa di antaranya mengalami kelelahan dan tidak mampu melanjutkan perjalanan turun.
Imbauan agar Patuh pada Aturan
Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni menyesalkan peristiwa itu. Ia meminta para pendaki menaati aturan dan arahan petugas saat mendaki di Gunung Gede Pangrango. “Lakukan pendaftaran resmi saat akan melakukan pendakian. Jangan tergiur dengan ajakan dari oknum yang bisa menjamin untuk tetap bisa melakukan pendakian. Karena, ada sanksi jika pendaki melakukan tanpa izin,” tegas Deni.






















Tinggalkan Balasan