Media Kampung – Seorang pendaki ilegal berinisial C (18 tahun) dilaporkan terjatuh ke jurang di lereng Gunung Semeru, Kabupaten Malang, setelah mendaki melalui jalur tidak resmi. Korban yang nekat naik bersama dua temannya melalui jalur Candi Jawar, Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, sempat menghubungi orang tuanya untuk meminta pertolongan sebelum komunikasi terputus.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengungkapkan, korban menghubungi orang tuanya pada Senin, 1 Juni 2026, dan menyampaikan bahwa dirinya terjatuh serta membutuhkan pertolongan. Ia juga mengirimkan titik koordinat lokasi terakhir sebelum komunikasi terputus.

Mendapat laporan tersebut, ayah korban bersama enam warga Kaliputih, Kecamatan Ampelgading, berangkat menuju lokasi pada pukul 22.00 WIB. Medan yang terjal, curam, dan minim akses membuat perjalanan memakan waktu sekitar 8 jam berjalan kaki.

Korban akhirnya ditemukan pada Selasa, 2 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, namun proses evakuasi tidak bisa langsung dilakukan karena kondisi korban yang mengalami dislokasi dan medan yang berat. Tim tambahan dari masyarakat Tamansatriyan, Tamansari, dan Tlogosari diberangkatkan pada sore harinya untuk membantu evakuasi.

Pada Rabu, 3 Juni 2026, tim gabungan dari BB-TNBTS, Basarnas, TNI Polri, relawan, dan masyarakat kembali bergerak ke lokasi untuk melanjutkan evakuasi. Posko evakuasi sementara didirikan di rumah warga setempat, dan ambulans serta tenaga kesehatan disiagakan untuk memberikan penanganan medis awal sebelum korban dirujuk ke rumah sakit jika diperlukan.

Rudijanta menegaskan bahwa jalur yang digunakan ketiga pendaki tersebut bukan jalur resmi. Mereka mendaki secara ilegal melalui jalur Candi Jawar yang bukan merupakan akses pintu masuk ke kawasan Gunung Semeru. Sejak 24 April 2026, aktivitas pendakian ke Gunung Semeru hanya diperbolehkan hingga Ranu Kumbolo dan wajib menggunakan pendamping yang ditetapkan BB-TNBTS.

BB-TNBTS mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pendakian melalui jalur tidak resmi atau memasuki kawasan Gunung Semeru selama penutupan pendakian masih diberlakukan akibat aktivitas vulkanologi Gunung Semeru. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung dan korban diperkirakan tiba di posko pada sore hari jika cuaca dan medan memungkinkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.