Media Kampung – Pertandingan pramusim antara Bolton Wanderers dan Everton yang berakhir dengan skor 0-0 mengungkap sejumlah masalah dan peluang yang tengah dihadapi Everton jelang musim Premier League 2026-27. Hasil imbang tanpa gol ini memperlihatkan tantangan Everton dalam mengisi posisi bek kanan dan lini tengah, terutama pasca operasi cedera pemain kunci mereka, James Garner.

Everton saat ini menghadapi kekurangan pemain di posisi bek kanan setelah kepergian kapten Seamus Coleman dan absennya Nathan Patterson yang tengah beristirahat pasca mengikuti Piala Dunia 2026 bersama Skotlandia. Pelatih David Moyes mencoba mengatasi masalah ini dengan memainkan Merlin Röhl, gelandang serba bisa asal Jerman, sebagai bek sayap dan wing-back. Namun, penyesuaian Röhl dari posisi aslinya sebagai gelandang tengah masih berlangsung, sehingga peran ini belum sepenuhnya optimal.

Baca juga:

Kondisi Terkini Everton Pasca Pertandingan di Bolton

James Garner, gelandang andalan Everton, harus menjalani operasi cedera pada area selangkangan dan diperkirakan akan absen sepanjang awal musim. Pemulihannya diperkirakan baru memungkinkan ia kembali berlatih bersama tim utama sekitar pekan pembukaan liga atau bahkan setelah jeda internasional pada akhir September hingga Oktober. Absennya Garner menambah beban lini tengah Everton yang sudah kehilangan Idrissa Gana Gueye, sehingga kebutuhan mendesak akan pemain gelandang bertahan semakin nyata.

Dalam pertandingan menghadapi Bolton, Everton menurunkan formasi dengan lima bek, termasuk Jarrad Branthwaite yang baru saja pulih dari cedera lama. Jake O’Brien dan Adam Aznou juga mendapat kesempatan tampil, sementara Röhl beroperasi di sayap kanan. Meskipun lini belakang tampil cukup solid, serangan Everton kurang tajam dan gagal mencetak gol meski beberapa peluang tercipta, termasuk gol Thierno Barry yang dianulir karena offside.

Baca juga:

Strategi dan Tantangan di Posisi Bek Kanan

Kekosongan di posisi bek kanan menjadi isu utama bagi Everton. Kepergian Coleman dan ketidakpastian status Patterson membuat Moyes harus mengandalkan opsi terbatas. Röhl yang lebih sering bermain sebagai gelandang tengah diposisikan sebagai wing-back untuk memanfaatkan kecepatannya dan kemampuannya mengisi ruang di sisi lapangan. Sementara itu, Jake O’Brien yang lebih nyaman sebagai bek tengah, dipasang sebagai bek kanan cadangan. Namun, keduanya memiliki kekurangan masing-masing dalam peran bek kanan murni, sehingga Everton masih harus mencari solusi jangka panjang.

Dampak Cedera dan Kebutuhan Rekrutmen

Operasi Garner dan kepergian Gana Gueye mempertegas kebutuhan Everton untuk memperkuat lini tengah dan posisi bek kanan sebelum musim dimulai. Moyes dan tim rekrutmen perlu segera mengambil langkah strategis untuk mendatangkan pemain yang tepat agar tim dapat bersaing secara optimal. Kesiapan Tyler Dibling dan Hayden Hackney sebagai pemain muda yang sudah bergabung juga menjadi bagian dari upaya Everton mengisi kekosongan skuad.

Baca juga:

Hasil pertandingan melawan Bolton menegaskan bahwa Everton masih menghadapi tantangan untuk memperbaiki performa dan kedalaman skuad di sejumlah posisi kunci. Namun, pertandingan pramusim ini juga memberikan gambaran tentang potensi pemain muda yang siap tampil dan kesempatan bagi manajemen untuk memperkuat tim sebelum kompetisi resmi dimulai.

Dengan situasi saat ini, Everton harus fokus pada rekrutmen strategis dan pemulihan pemain kunci agar dapat memperbaiki performa dan mencapai target musim depan. Pertandingan pramusim ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan skuad dalam menghadapi kompetisi Premier League yang kompetitif.