Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Lumajang memberikan kesempatan luas bagi organisasi kemahasiswaan untuk berperan aktif dalam percepatan pembangunan daerah. Langkah ini disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, pada acara pelantikan pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Rock Convention Center pada Selasa, 15 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda sangat penting dalam menangani berbagai isu strategis, seperti penurunan angka stunting, pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi agar organisasi mahasiswa bisa ikut serta dalam berbagai program lintas perangkat daerah.
Indah Amperawati menyatakan, “Saya membuka pintu selebar-lebarnya bagi PMII untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Banyak program di perangkat daerah yang bisa dikerjakan bersama pemuda untuk mendukung pembangunan.” Pernyataan ini menegaskan model pembangunan partisipatif yang dijalankan Lumajang, di mana mahasiswa tidak hanya menjadi tempat kaderisasi dan diskusi intelektual, tetapi juga mitra dalam pelaksanaan kebijakan publik di tingkat lokal.
Kolaborasi dengan generasi muda dianggap penting dalam memperkuat kualitas pembangunan berbasis sumber daya manusia. Pemerintah melihat pemuda sebagai agen perubahan sosial dan penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tren positif yang terlihat di Lumajang, di mana prevalensi stunting berhasil diturunkan dari sekitar 30 persen menjadi 19 persen. Selain itu, pertumbuhan ekonomi daerah meningkat dari 4,5 persen pada 2024 menjadi 5,35 persen pada 2025.
Di sektor pariwisata, Lumajang juga mencatat kenaikan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Air Terjun Tumpak Sewu, sebuah destinasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal. Bupati menilai pencapaian tersebut memerlukan dukungan lebih besar dari kaum muda agar pembangunan daerah tidak hanya berjalan melalui birokrasi, tetapi juga mendapat dorongan partisipasi sosial yang kuat.
Pemerintah Kabupaten Lumajang mengimbau seluruh organisasi perangkat daerah untuk membuka ruang kerja sama dengan organisasi mahasiswa. Tujuannya agar proses kaderisasi di kampus dapat terhubung dengan praktik nyata pembangunan di masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan generasi muda sebagai pilar demokrasi partisipatif, inovasi sosial, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pemuda, diharapkan organisasi kemahasiswaan dapat menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang adaptif, inklusif, dan berbasis gotong royong di Lumajang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan