Media KampungPolres Jember memastikan video teror pocong yang viral di media sosial merupakan hoaks yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Video tersebut ternyata hasil rekayasa oleh beberapa pemuda di wilayah Patrang yang menyebabkan keresahan masyarakat.

Kabag Ops Polres Jember, Kompol Istono, menjelaskan bahwa tiga pemuda berinisial F, R, dan A, yang sebagian masih di bawah umur, telah mengedit sebuah foto rumah warga dengan menambahkan gambar pocong melalui aplikasi AI. Aksi iseng ini kemudian menyebar luas dan menjadi viral di media sosial.

Polisi segera mengamankan ketiga pelaku dan memanggil mereka beserta orang tua untuk memberikan keterangan serta pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Istono menilai kreativitas pemuda tersebut sebenarnya baik, namun salah penggunaan sehingga menimbulkan kegaduhan dan ketakutan di masyarakat.

Lebih jauh, Kompol Istono menegaskan bahwa penyebaran konten hoaks yang memicu keresahan publik dapat dikenakan sanksi berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi viral tanpa verifikasi.

Untuk mengantisipasi penyebaran informasi yang tidak benar, Polres Jember menyediakan layanan call center 110 yang aktif 24 jam. Masyarakat dapat menghubungi nomor tersebut untuk mengonfirmasi kebenaran video atau berita yang diragukan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam menerima dan menyebarkan informasi di era digital. Teknologi AI yang semakin mudah diakses dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk rekayasa konten yang dapat menimbulkan efek negatif di masyarakat.

Polisi juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan resmi dan tidak mudah terprovokasi oleh berita atau video viral yang belum terverifikasi. Langkah ini diharapkan dapat mencegah keresahan serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jember.

Dengan penanganan cepat dan transparan, kasus hoaks teror pocong ini dapat menjadi contoh bagaimana aparat kepolisian dan masyarakat bersama-sama menghadapi tantangan informasi digital yang kian kompleks.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.