Media Kampung – Polres Jember menyiagakan 250 personel untuk melayani aksi unjuk rasa yang akan digelar Aliansi BEM se-Kabupaten Jember dan Cipayung Plus Jember di kawasan Gedung DPRD Kabupaten Jember pada Senin (15/6/2026). Langkah ini diambil guna memastikan penyampaian aspirasi mahasiswa berjalan aman dan tertib.

Kabag Ops Polres Jember, Kompol Istono, mengungkapkan bahwa massa aksi diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang. Mereka akan bergerak dari kawasan Universitas Jember menuju bundaran DPRD mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai. Aksi tersebut akan diisi dengan orasi dan teatrikal di lokasi.

Meski demikian, arus lalu lintas di sekitar DPRD tidak akan ditutup total. Petugas akan melakukan pengaturan dan pengalihan secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan. “Mereka akan menyampaikan aspirasi, orasi dan teatrikal di bundaran DPRD. Arus lalu lintas tidak ditutup, tetapi akan dilakukan pengaturan sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” ujar Istono.

Polres Jember telah berkoordinasi dengan koordinator lapangan mahasiswa terkait teknis pelaksanaan aksi. Pengamanan lebih difokuskan pada pelayanan, termasuk menyiapkan tim negosiator untuk menjembatani komunikasi antara mahasiswa dan pihak DPRD. Rencananya, perwakilan massa akan ditemui pimpinan DPRD dan ketua fraksi setelah agenda rapat paripurna.

Selain personel Polres, pengamanan juga didukung oleh Satpol PP dan Kodim 0824 Jember. Petugas intelijen diterjunkan untuk mengantisipasi adanya provokator dari luar yang berpotensi mengganggu jalannya aksi. Masyarakat yang melintas di sekitar kampus dan DPRD diimbau menyesuaikan rute perjalanan serta mematuhi arahan petugas. Kepada peserta aksi, polisi meminta penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan menghindari tindakan anarkis demi menjaga situasi tetap kondusif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.