Media Kampung – PT KAI Daop 9 Jember mengambil langkah tegas dengan menutup enam perlintasan liar sepanjang tahun 2026 untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api di wilayahnya. Penutupan ini menyasar perlintasan yang dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan pengguna jalan dan operasional kereta.
Cahyo Widiantoro, Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, menjelaskan bahwa perlintasan liar tersebut tidak dilengkapi dengan fasilitas keselamatan seperti palang pintu, rambu-rambu, penjaga, maupun sistem peringatan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan yang membahayakan masyarakat dan mengganggu kelancaran perjalanan kereta.
Beberapa lokasi perlintasan liar yang sudah ditutup antara lain berada di Km 95+7/8 jalur Bayeman–Probolinggo, Km 55+7/8 jalur Kalisetail–Temuguruh, Km 158+2/3 jalur Jatiroto–Tanggul, dan Km 34+4/5 jalur Mrawan–Kalibaru. Selain itu, perlintasan di Km 197+9/0 jalur Jember–Arjasa serta Km 49+840 jalur Sumberwadung–Glenmore juga ditutup.
Cahyo menegaskan bahwa keberadaan akses tidak resmi di jalur rel tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga mengganggu kelancaran operasional kereta api. Penutupan ini juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang mewajibkan penutupan perlintasan sebidang tanpa izin demi keselamatan bersama.
PT KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat untuk tidak membuka akses baru di jalur kereta api tanpa izin resmi dan selalu menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi dengan fasilitas keselamatan. Cahyo menambahkan, “Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan dan tidak melakukan aktivitas di jalur rel kereta api.”
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Daop 9 Jember dalam menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi warga dari potensi kecelakaan di perlintasan liar. Langkah lanjutan akan terus dilakukan guna memastikan jalur kereta yang aman dan tertib bagi semua pihak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan