Media Kampung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional II Sumatra Barat melayani sebanyak 913.674 penumpang kereta api selama periode Januari hingga Mei 2026. Volume tersebut mencerminkan peran vital moda transportasi ini dalam mobilitas masyarakat dan logistik di wilayah Sumatra Barat.

Selain angkutan penumpang, KAI juga berhasil mengangkut 492.220 ton komoditas barang pada periode yang sama. Konektivitas logistik ini ditopang oleh operasional kereta barang yang melayani relasi Indarung menuju Bukit Putus.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa sejarah perkeretaapian di Sumatra Barat sudah berlangsung lama. Jalur kereta api awalnya dibangun untuk menghubungkan tambang batu bara Ombilin dengan pelabuhan. “Sumatra Barat menunjukkan bagaimana kereta api sejak awal menjadi penghubung ekonomi, kota, pelabuhan, dan masyarakat. Jejak itu tetap relevan untuk membaca kebutuhan konektivitas Sumatra hari ini,” ujar Anne dalam keterangannya, Senin, 15 Juni 2026.

Pembangunan Stasiun Padang dimulai pada 6 Juli 1889 untuk memperlancar transportasi komoditas batu bara. Sementara itu, Stasiun Pulau Air diresmikan oleh Staatsspoorwegen ter Sumatras Westkust pada 1 Oktober 1892.

Berdasarkan data prasarana, total panjang jalur rel kereta api di wilayah tersebut mencapai 312,232 kmsp. Dari jumlah itu, lintasan aktif tercatat sebesar 110,910 kmsp, sedangkan sisanya sepanjang 201,322 kmsp merupakan jalur nonaktif. Wilayah operasional ini juga dilengkapi dengan 20 stasiun serta shelter khusus untuk pelayanan penumpang, dan empat stasiun khusus untuk layanan logistik.

Anne menerangkan bahwa kekuatan layanan kereta api di wilayah tersebut bersandar pada kebutuhan masyarakat. Layanan kereta yang tersedia saat ini telah menghubungkan pusat permukiman dengan berbagai destinasi wisata. “Kereta api di Sumatra Barat dekat dengan kehidupan masyarakat. Ia melayani perjalanan harian, akses bandara, wisata, sekaligus mendukung distribusi barang,” kata Anne.

Jumlah penumpang kereta api terus meningkat dari sekitar 1,09 juta orang pada tahun 2021. Volume pelanggan tersebut kemudian tumbuh signifikan hingga mencapai 1.978.241 orang pada 2025. Kementerian serta lembaga terkait merilis data peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Minggu, 14 Juni 2026. Perjalanan wisata lokal tersebut tumbuh dari 8,4 juta menjadi 20,7 juta pergerakan selama lima tahun.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan pentingnya pembelajaran dari sejarah perkeretaapian daerah. Jalur kereta api diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah serta menciptakan pemerataan bagi masyarakat. “Sejarah rel Sumatra Barat memberi pelajaran penting bahwa konektivitas selain sebagai jalur, juga menjadi akses, pertumbuhan wilayah, dan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakat,” kata Wisnu.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.