Media Kampung, Setelah Grand Prix Inggris yang dramatis, spekulasi mengenai masa depan Max Verstappen di Formula 1 semakin meningkat. Pembalap Red Bull itu mengalami DNF di Silverstone, sementara rivalnya, Charles Leclerc dari Ferrari, berhasil meraih kemenangan. George Russell dan Lewis Hamilton melengkapi podium di hadapan pendukung tuan rumah, sementara Lando Norris finis di posisi keempat.
Kimi Antonelli dari Mercedes masih memimpin klasemen pembalap meskipun finis di posisi ke-15 yang mengecewakan. Ia unggul 25 poin dari rekan setimnya, George Russell. Namun, perhatian utama tertuju pada Verstappen. Pembicaraan tentang kemungkinan kepindahannya ke McLaren atau bahkan pensiun dari F1 kian santer terdengar.
Bos McLaren, Zak Brown, menepis spekulasi tersebut. Ia menegaskan bahwa timnya sangat puas dengan duet pembalap saat ini, Lando Norris dan Oscar Piastri. “Saya sangat senang dengan dua pembalap saya, Lando dan Oscar. Saya pikir setiap kali nama seperti Max disebut, semua orang menjadi sangat bersemangat, seorang juara dunia empat kali. Tapi saya sangat senang dengan susunan pembalap kami,” ujar Brown. Ketika ditanya apakah kepindahan itu tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat, Brown hanya menjawab, “Benar.”
Sementara itu, persaingan gelar juara 2026 diprediksi akan menjadi pertarungan internal di Mercedes antara George Russell dan Kimi Antonelli. Juara dunia 1996 Damon Hill menilai bahwa kedua pembalap Mercedes akan menjadi protagonis utama perebutan gelar. “Kemungkinan besar Kimi dan George akan menjadi orang yang memperebutkan gelar juara dunia. Mercedes sangat terbiasa memiliki dua pembalap sebagai protagonis utama untuk gelar juara dunia, jadi mereka harus menggunakan semua pengalaman mereka saat keadaan kritis,” kata Hill.
Hill juga memuji performa Antonelli yang luar biasa sebagai rookie. “Favoritnya adalah Kimi karena dia memiliki peralatan. Orang-orang datang, mereka menjadi penantang, tapi Mercedes yang paling konsisten dan dia memiliki keunggulan poin. Apa yang saya lihat dari orang ini sungguh luar biasa,” tambahnya.
Di sisi lain, Mercedes mengungkapkan penyebab kegagalan Antonelli di GP Inggris. Insiden mekanis yang terjadi saat ia berada di posisi kedua membuatnya kehilangan potensi podium. Kepala tim Toto Wolff mengakui bahwa kerusakan itu seharusnya tidak terjadi. “Kami yakin itu akibat benturan trotoar di Tikungan 9, di mana trotoarnya sangat tinggi. Tapi itu bukan alasan, karena komponennya seharusnya tidak rusak. Terutama tidak di tikungan itu. Kami perlu menganalisis seberapa besar gaya yang diterapkan. Saat ini, tentu saja, frustrasi lebih besar dari segalanya,” ungkap Wolff.





















Tinggalkan Balasan