Media Kampung – Tijjani Reijnders menjadi salah satu sorotan utama jelang bursa transfer musim panas 2026 setelah performanya yang fluktuatif bersama Manchester City di musim pertamanya. Gelandang asal Belanda ini diboyong dari AC Milan dengan nilai transfer sebesar £46,5 juta dan langsung menunjukkan performa impresif di awal musim. Namun, memasuki paruh kedua musim, posisinya di starting XI mulai tergeser, memunculkan spekulasi mengenai masa depannya di Etihad Stadium.
Reijnders, yang berusia 27 tahun dan dikontrak hingga tahun 2030, tampil sebanyak 47 kali di berbagai kompetisi musim ini dengan catatan 7 gol dan 8 assist. Meski kontribusinya cukup signifikan, terutama di paruh pertama musim, ia mengalami penurunan menit bermain pasca pergantian tahun dan manajer Pep Guardiola yang kini sudah hengkang. Pelatih baru, Enzo Maresca, belum melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuad, termasuk posisi Reijnders, sehingga masa depan sang gelandang masih belum jelas.
Minat besar datang dari klub La Liga, Atletico Madrid, yang tengah merencanakan perombakan besar di lini tengah mereka untuk musim 2026-27. Atletico, yang sudah mengamankan jasa Joao Gomes dari Wolverhampton, kini menaruh perhatian pada Tijjani Reijnders sebagai opsi yang bisa menambah dimensi serangan dan kreativitas di tengah lapangan. Meskipun demikian, negosiasi diperkirakan tidak mudah mengingat nilai pasar Reijnders yang tinggi dan masa kontraknya yang panjang di Manchester City.
Selain Atletico Madrid, beberapa klub besar Eropa seperti Arsenal dan Juventus juga sebelumnya dikabarkan tertarik merekrut Tijjani Reijnders. Namun, belum ada keputusan pasti dari pihak Manchester City mengenai kemungkinan melepas gelandang asal Belanda ini. Keputusan akhir diperkirakan akan bergantung pada evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh Maresca terhadap seluruh skuad dan kebutuhan klub di bursa transfer mendatang.
Perjalanan Tijjani Reijnders musim ini memang menunjukkan dinamika yang menarik. Dari sosok yang menjanjikan dengan selebrasi khasnya di awal musim, kini posisinya mulai terancam. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Reijnders untuk membuktikan kualitasnya, terutama ketika ia juga dipanggil oleh pelatih Ronald Koeman untuk memperkuat tim nasional Belanda di ajang Piala Dunia mendatang.
Situasi ini menjadi momen penting bagi Tijjani Reijnders untuk menunjukkan nilai tambahnya, baik di level klub maupun internasional. Dengan ketertarikan dari klub-klub besar dan perubahan manajemen di Manchester City, masa depan Reijnders bisa jadi akan mengalami perubahan signifikan dalam waktu dekat.
Meski demikian, bagi Atletico Madrid, yang tengah membangun ulang skuad mereka, Reijnders dinilai sebagai investasi jangka panjang yang dapat memberikan kualitas teknis dan ancaman gol dari lini tengah. Dengan harga yang diperkirakan mirip saat ia diboyong ke Inggris, Atletico siap berjuang mendapatkan tanda tangan sang pemain jika situasi di Manchester City memungkinkan.
Dengan segala dinamika yang ada, masa depan Tijjani Reijnders tetap menjadi topik hangat di dunia sepak bola Eropa. Apakah ia akan bertahan dan bersaing kembali di bawah arahan manajer baru Manchester City, ataukah ia akan memulai babak baru di La Liga bersama Atletico Madrid, akan segera terjawab dalam beberapa bulan ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan