Media Kampung – Pondok Pesantren Al-Islah Bondowoso dipercaya kembali mengelola dan menyembelih sekitar 980 ekor hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Jumlah tersebut mencakup kurban sapi dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah tiba di lokasi penyembelihan di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso.
Pengasuh Ponpes Al-Islah, Kyai Yasin Dhiaul Haq, menjelaskan bahwa mayoritas hewan kurban berasal dari masyarakat Muslim Singapura yang mempercayakan pelaksanaan kurban kepada lembaganya. Terdapat 807 ekor kambing dari Singapura, 87 ekor sapi, serta tambahan 38 kambing dan 9 sapi dari dalam negeri Indonesia.
Untuk memudahkan distribusi, panitia menyiapkan empat jalur pengambilan daging kurban, yaitu jalur khusus lansia dan ibu hamil, jalur bapak-bapak, jalur ibu-ibu, serta jalur drive-thru bagi warga pengguna sepeda motor. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 600 panitia yang terdiri dari santri, ustaz, dan masyarakat sekitar, bekerja sama dengan Puskesmas Grujugan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta aparat TNI dan Polri untuk memastikan kesehatan hewan dan kelancaran proses.
Salah satu ciri khas pelaksanaan kurban di Ponpes Al-Islah adalah penggunaan bilik-bilik tertutup saat penyembelihan. Sistem ini diterapkan untuk menjaga adab terhadap hewan sesuai syariat Islam, dengan tujuan meminimalkan stres hewan dengan menghindarkan mereka dari melihat atau mendengar proses penyembelihan hewan lain.
Meskipun jumlah hewan kurban tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.000 ekor kambing, Kyai Yasin menyebut penurunan ini disebabkan oleh semakin beragamnya negara tujuan kurban dengan biaya lebih murah serta bertambahnya lembaga penyelenggara kurban di Indonesia. Namun, Ponpes Al-Islah optimistis kepercayaan masyarakat akan terus meningkat seiring komitmen mereka menjaga amanah dalam pengelolaan kurban.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan