Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) menggelar acara Jejak Purba Bondowoso untuk memperkenalkan kekayaan cagar budaya megalitikum yang dimiliki daerah tersebut. Acara yang berlangsung pada 19-20 Juni 2026 di Museum Terbuka Megalitikum Bondowoso, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, ini menjadi ajang promosi 1.423 unit benda cagar budaya yang tersebar di wilayah Bondowoso.
Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut menunjukkan betapa melimpahnya warisan megalitikum di Bondowoso. Namun, ia mengakui masih ada tantangan besar dalam mengenalkan kekayaan budaya ini kepada masyarakat luas, terutama sebagai destinasi wisata edukasi. “Memang tantangan kita, PR (pekerjaan rumah) kita,” ujar Gede.
Disparbudpora telah melakukan berbagai upaya pelestarian dan pemeliharaan situs megalitikum melalui kerja sama dengan Juru Pelihara dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Trowulan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, serta petugas internal di Bondowoso. Selain itu, kunjungan ke Museum Terbuka Megalitikum Bondowoso digratiskan, terutama bagi kalangan pelajar, sebagai komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan edukasi sejarah dan budaya kepada generasi muda.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, Disparbudpora juga menjalin kolaborasi dengan Dinas Pendidikan agar pengenalan warisan megalitikum dapat masuk ke lingkungan sekolah secara berkelanjutan. “Kami berharap betul promosi megalitikum ini bisa berkelanjutan,” ungkap Gede.
Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Nunung Setianingsih, menegaskan bahwa situs megalitik, tradisi luhur, kesenian rakyat, dan berbagai nilai kearifan lokal merupakan warisan berharga yang harus dijaga bersama. Menurutnya, warisan budaya tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi, pembelajaran, dan kekuatan dalam membangun masa depan daerah. “Pelestarian budaya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, pelaku usaha, media, dan masyarakat,” pungkas Nunung.
Melalui Jejak Purba Bondowoso, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya semakin meningkat. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi Bondowoso sebagai salah satu kawasan megalitikum terbesar di Indonesia sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik bagi generasi muda maupun wisatawan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan