Media Kampung, Semarang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meresmikan revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang, Jumat, 30 Juli 2026. Renovasi ini menjadi yang pertama sejak stasiun bersejarah tersebut mulai beroperasi pada tahun 1914.

Peresmian dilakukan di Stasiun Semarang Tawang yang merupakan bangunan cagar budaya dengan nilai sejarah tinggi. Presiden Prabowo berharap revitalisasi ini tidak hanya memperindah bangunan lama, tetapi juga menjaga identitas dan memori perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Stasiun ini pernah digunakan oleh Presiden pertama RI, Soekarno, untuk melakukan perjalanan tugas negara di masa awal kemerdekaan.

Baca juga:

Renovasi Pertama Sejak 1914

Revitalisasi yang dilakukan meliputi pengembalian fasad dan hall stasiun ke bentuk aslinya sesuai rancangan arsitek Belanda Sloth-Blauwboer serta pembangunan oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM). Proyek ini dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang selama 195 hari, dimulai sejak 5 Mei 2025 hingga akhir Desember 2025.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa revitalisasi tahap pertama ini memfokuskan pada bagian depan stasiun, sisi barat, dan timur. Penanganan ini bertujuan mengembalikan keaslian bangunan sekaligus meningkatkan keindahan dan fungsi operasional stasiun.

Nilai Sejarah dan Strategis Stasiun Semarang Tawang

Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun kelas besar tipe A yang melayani hampir seluruh layanan kereta api penumpang yang melintasi Kota Semarang. Pada semester pertama 2026, stasiun ini menempati peringkat keempat sebagai stasiun tersibuk di Indonesia dengan lebih dari 2,15 juta aktivitas naik-turun penumpang dan tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,45 persen.

Baca juga:

Selain nilai operasional, stasiun ini menyimpan banyak catatan sejarah nasional, seperti titik keberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung pada 10 September 1945 dan lokasi pemberhentian kereta yang membawa Presiden Soekarno untuk perundingan gencatan senjata dalam Pertempuran Lima Hari Semarang pada Oktober 1945.

Peran Strategis Transportasi Kereta Api

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pelestarian sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa. Ia juga mengapresiasi PT KAI yang bergerak cepat melakukan revitalisasi sesuai arahan pemerintah. Prabowo menegaskan bahwa transportasi kereta api tetap menjadi bagian strategis dalam mendukung pembangunan Indonesia modern.

Usai peresmian, Presiden Prabowo dan jajaran menteri mencoba Kereta Nusantara Explorer, layanan kereta penumpang baru yang mengusung desain elegan, kenyamanan premium, dan pengalaman perjalanan berkelas. Kereta ini juga menjadi simbol upaya meningkatkan layanan transportasi kereta api di Indonesia.

Baca juga:

Agenda Presiden Selanjutnya

Setelah peresmian Stasiun Semarang Tawang, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan dengan menaiki Kereta Nusantara Explorer menuju Kota Batang. Di sana, ia akan meresmikan pelaksanaan akad massal KPR subsidi sebanyak 62.000 unit rumah yang diselenggarakan serentak di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari program pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Renovasi Stasiun Semarang Tawang merupakan langkah awal dari rencana besar untuk memugar dan melestarikan bangunan cagar budaya yang menjadi saksi perjalanan sejarah bangsa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik di Indonesia.