Media KampungDanny Setiawan, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008, meninggal dunia pada Sabtu, 19 September 2026. Berita duka ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat saat ini, Dedi Mulyadi, yang juga mengenang jasa dan kontribusi almarhum selama masa jabatannya.

Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa dan doa agar amal ibadah Danny Setiawan diterima serta keluarganya diberikan ketabahan. Ia menilai Danny sebagai sosok birokrat yang berdedikasi tinggi dan memberikan kontribusi penting dalam pembangunan Jawa Barat, baik saat menjabat sebagai Sekretaris Daerah maupun ketika menjadi gubernur.

Baca juga:

Perjalanan Karier Danny Setiawan

Danny Setiawan memulai kariernya sebagai birokrat di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satu posisi penting yang pernah dijabatnya adalah Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat pada 1994 hingga 1997. Kemudian, ia melanjutkan kariernya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat sebelum dipercaya menjadi Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008.

Selama masa pemerintahannya, Danny Setiawan mendampingi Wakil Gubernur Nu’man Abdul Hakim. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang sebagai pejabat yang berkontribusi dalam berbagai sektor pemerintahan di Jawa Barat.

Baca juga:

Kenangan dan Warisan

Saat menjabat sebagai gubernur, Danny dan keluarganya menempati Gedung Negara Pakuan di Bandung, yang merupakan rumah dinas gubernur Jawa Barat. Kenangan tersebut tetap melekat bagi keluarganya, yang pada Februari 2025 melakukan kunjungan napak tilas ke Gedung Negara Pakuan bersama istri, anak, cucu, dan menantu almarhum.

Kepergian Danny Setiawan meninggalkan catatan penting tentang dedikasi seorang birokrat yang kemudian dipercaya memimpin provinsi terbesar di Indonesia itu selama lima tahun.

Baca juga:

Ucapan Belasungkawa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam pernyataannya menyampaikan, “Kami menyampaikan kabar duka atas meninggalnya Bapak Haji Danny Setiawan. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.”

Kabar meninggalnya mantan gubernur ini menjadi momen refleksi atas perjalanan dan pengabdian seorang tokoh penting dalam pemerintahan daerah di Indonesia.