Media Kampung – Aliansi BEM Bersatu menduga adanya keterlibatan mantan petinggi militer, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, di balik aksi mahasiswa yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan ini muncul setelah ditemukannya sejumlah indikasi yang menghubungkan pimpinan aksi dengan jaringan politik praktis.

Juru bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, mengungkapkan bahwa mobil Fortuner yang digunakan oleh pimpinan aksi Tiyo Ardianto diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso. Setyo Sularso diketahui merupakan besan dari Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, yang merupakan tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Indikasi lain diperkuat dengan kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi. Selain itu, Tiyo Ardianto juga tercatat hadir dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung pada 18 Juni 2026 bersama sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati.

BEM Bersatu menegaskan bahwa gerakan mahasiswa seharusnya tetap independen dan tidak boleh menjadi alat elite politik. Mereka menolak segala bentuk penunggangan aksi mahasiswa oleh kepentingan politik praktis.

Menanggapi tuduhan tersebut, politisi PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli membantah keras. Ia menyebut tuduhan itu sebagai “cocokologi” yang dipaksakan. Guntur menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak memiliki kaitan dengan gerakan mahasiswa tersebut dan meminta agar independensi mahasiswa tidak direndahkan dengan tuduhan yang tidak berdasar.

Hingga berita ini diturunkan, Tiyo Ardianto belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan keterkaitannya dengan mantan jenderal tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.