Media Kampung – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui masih mengalami sakit pinggang yang parah, sehingga harus disuntik di delapan titik dan hampir tidak dapat berdiri tanpa bantuan. Kondisi ini ia sampaikan dalam media briefing pada akhir pekan, menegaskan bahwa rasa sakit masih terasa hingga saat ini.

Acara media briefing berlangsung pada Jumat, 24 April 2026, di BPPK Purnawarman Kampus, Jakarta Selatan, dan menampakkan Purbaya beberapa kali memegangi pinggangnya sambil menunggu giliran berbicara. Ia juga sempat bertumpu pada bahu salah satu anggota timnya ketika hendak meninggalkan ruangan, menandakan keterbatasan mobilitas sementara.

“Sampai sekarang sakit juga, ini sakit pinggang. Ini disuntik kemarin 8 titik. Kalau nggak, nggak bisa berdiri nih,” ujar Purbaya menjawab pertanyaan wartawan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa prosedur medis injeksi menjadi satu-satunya cara ia dapat mempertahankan kemampuan berdiri.

Menurut Purbaya, penyebab utama rasa sakit tersebut adalah kelelahan yang menumpuk akibat jadwal kerja yang padat dan perjalanan dinas yang intensif. Ia menambahkan bahwa beban tugas kementerian selama beberapa minggu terakhir memperparah kondisi otot punggungnya.

Meskipun kondisi fisik sedang menurun, Purbaya berusaha menyisipkan humor dalam penjelasannya, berkata, “Sakit pinggang itu biasa kali kecapekan. Lu (wartawan) nanya gue susah-susahnya jadi susah gue.” Humor tersebut dimaksudkan untuk meredakan ketegangan dan menegaskan bahwa rasa sakit bersifat sementara.

Di samping pembahasan kesehatan pribadi, Purbaya menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada dalam kondisi sehat dan mampu mendukung seluruh program pemerintah. Ia menegaskan tidak ada gangguan pada pelaksanaan kebijakan fiskal meskipun ia sedang dalam proses pemulihan.

Menkeu juga membantah beredar rumor bahwa kas negara hanya tersisa Rp 120 triliun, menyatakan bahwa angka tersebut tidak mencerminkan realitas keuangan negara. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut bersifat keliru dan tidak berdasar pada data resmi kementerian keuangan.

Purbaya menjelaskan bahwa angka Rp 120 triliun merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di Bank Indonesia, sementara total SAL mencapai sekitar Rp 420 triliun. Dari total tersebut, kira-kira Rp 300 triliun disimpan dalam bentuk deposito on call di perbankan, yang dapat dicairkan kapan saja sesuai kebutuhan pemerintah.

Dengan penjelasan tersebut, Menkeu meminta masyarakat untuk tidak khawatir mengenai stabilitas keuangan negara dan menekankan bahwa likuiditas tetap terjaga. Ia menambahkan bahwa mekanisme pengelolaan dana SAL dirancang untuk memastikan fleksibilitas serta keamanan fiskal.

Mengenai perawatan medis, Purbaya menyatakan bahwa ia terus menjalani pemantauan rutin dan akan melanjutkan sesi fisioterapi serta kontrol dokter spesialis. Ia menegaskan komitmen untuk memulihkan kondisi tubuh secara optimal tanpa mengorbankan agenda kerja kementerian.

Tim medis dan staf pendukung kementerian juga memberikan dukungan penuh, memastikan bahwa lingkungan kerja tetap kondusif bagi proses penyembuhan. Mereka menyiapkan fasilitas penanganan cepat bila diperlukan, sekaligus menjaga kelancaran operasional kementerian.

Meskipun rasa sakit pinggang masih dirasakan, Purbaya menegaskan bahwa ia akan tetap menjalankan tugas resmi dan menghadiri agenda penting yang telah dijadwalkan. Ia berharap proses pemulihan dapat selesai dalam waktu dekat, sehingga aktivitas kementerian tidak terganggu.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.