Media Kampung – Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan aspirasi dan kritik di ruang publik. Imbauan ini disampaikan melalui akun resmi Instagram @kantorstafpresidenri sebagai respons terhadap gelombang aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah.
Pemerintah, menurut Dudung, selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, termasuk kritik. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan cara yang saling menghargai perbedaan pendapat dan tidak memicu provokasi.
“Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang untuk masyarakat menyampaikan pendapat termasuk kritik,” ujar Dudung dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.
Dudung menegaskan bahwa kritik merupakan nafas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan. Ia mengingatkan agar kritik tidak disamakan dengan provokasi, fitnah, atau adu domba yang dapat merusak persaudaraan bangsa.
“Kritik adalah nafas demokrasi yang harus membangun bukan meruntuhkan. Jangan samakan kritik dengan provokasi fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa,” tegasnya.
Pernyataan KSP ini muncul di tengah meningkatnya aksi demonstrasi mahasiswa di sejumlah kota. Dudung berharap kritik yang disampaikan masyarakat dapat menjadi solusi dalam membangun bangsa, bukan justru menghancurkannya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan