Media Kampung – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, mengkritik sikap ego sektoral yang masih sering muncul di antara kementerian dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. AHY menyoroti adanya kecenderungan sejumlah kementerian merasa lebih penting dan saling berebut anggaran, padahal tujuan pembangunan yang diusung pemerintah adalah sama.

Dalam sambutannya saat membuka Musyawarah Nasional Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) ke-11 di Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 23 Mei 2026, AHY menyampaikan bahwa permasalahan utama yang kerap terjadi di birokrasi adalah adanya sekat-sekat yang membatasi kolaborasi antar lembaga. “Yang paling sering itu ego. Tidak ada yang salah, tapi pokoknya saya dulu, saya lebih penting, saya harus dapat anggaran lebih banyak,” ujar AHY.

AHY menegaskan bahwa pola pikir tersebut justru menghambat efektivitas pembangunan karena semua kementerian dan lembaga memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan negara. Ia menambahkan bahwa tema Munas Ikastara ke-11, yaitu “Connect, Collaborate and Lead the Change”, sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini, khususnya dalam membangun sinergi lintas sektor dan kementerian.

Menurut AHY, membangun koneksi dan kolaborasi yang kuat antara kementerian, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas menjadi kunci agar semua pihak dapat bergerak dalam arah yang seragam. “Semangat kita di sini adalah kolektif, solusi, dari pemerintah, akademisi, bisnis, media, dan komunitas, apapun bentuknya, yang jelas ada tiga hal itu, dan saya sangat setuju,” ujarnya.

Kritik AHY ini menjadi catatan penting dalam konteks upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur dan kewilayahan yang sedang berjalan. Sebagai Menko Infrastruktur, AHY juga tengah mendorong berbagai proyek strategis, termasuk pembangunan Giant Sea Wall Pantura yang direncanakan mulai 2027.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kemampuan kementerian dan lembaga untuk berkolaborasi dan mengesampingkan ego sektoral demi kepentingan nasional. AHY menegaskan perlunya semangat kebersamaan agar setiap program pemerintah dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dengan peringatan tersebut, AHY berharap birokrasi pemerintah dapat lebih fokus pada tujuan besar pembangunan nasional tanpa terjebak pada persaingan anggaran yang justru melemahkan kerja sama antar instansi. Sikap seperti ini menurut AHY sangat penting untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan nasional dan pembangunan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.