Media Kampung, Bengkulu — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu meluncurkan dua inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat sektor peternakan daerah. Kedua inovasi tersebut adalah Opelet Online, sistem digitalisasi pelayanan laboratorium Kesmavet, dan Si Puyuh Cakap, sistem pembibitan puyuh lokal yang terintegrasi.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Abdul Hadi, pada Jumat, 9 Juli 2026, mengatakan bahwa inovasi ini merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi serta upaya memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Opelet Online merupakan sistem digitalisasi pelayanan di UPTD Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Provinsi Bengkulu. Melalui sistem ini, masyarakat dapat mengakses pelayanan laboratorium secara lebih cepat, mudah, transparan, dan efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Inovasi kedua, Si Puyuh Cakap, dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan bibit puyuh berkualitas bagi peternak di Bengkulu. Program ini menghadirkan pembibitan puyuh lokal yang terintegrasi sehingga peternak tidak lagi bergantung pada pasokan bibit dari luar provinsi. Inovasi tersebut juga mampu menekan angka kematian ternak serta memangkas harga bibit, baik telur tetas, DOQ, maupun puyuh petelur (layer). Selain itu, kualitas bibit lebih terjamin dengan tingkat akurasi bibit betina yang tinggi sehingga mampu meningkatkan produktivitas peternak.

Abdul Hadi berharap pengembangan Si Puyuh Cakap dapat menjadi peluang usaha baru yang menjanjikan bagi masyarakat. “Kita coba berinovasi, kita kembangkan puyuh, karena puyuh juga cukup menjanjikan bagi pengusaha atau peternak puyuh. Siapa tahu ke depannya akan lebih banyak peminatnya untuk pengembangan Si Puyuh Cakap ini,” ujarnya.

Melalui dua inovasi tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu berupaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin modern sekaligus mendorong pertumbuhan sektor peternakan yang lebih mandiri dan berdaya saing. Digitalisasi layanan serta penguatan pembibitan lokal diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha peternakan di Provinsi Bengkulu.