Media Kampung – Pemerintah Indonesia dan Singapura tengah membahas rencana pembangunan pusat data regional di kawasan segitiga Singapura-Johor-Riau (Sijori). Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat rantai pasok dan ekonomi digital di kawasan ASEAN.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa diskusi tersebut merupakan bagian dari upaya menyinergikan potensi tiga wilayah tersebut menjadi hub pusat data. “Kita sedang berbicara bagaimana menyinergikan Singapura-Johor-Riau untuk menjadi data center. Nah, ini juga kita sedang bahas dan ini juga sifatnya strategis,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (9/6).
Menurut Airlangga, sektor digital kini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang relatif tidak terdampak konflik geopolitik. “Global juga melihat sektor digital ini menjadi pemicu pertumbuhan selanjutnya karena sektor ini tidak terdisrupsi oleh perang,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah bersama Singapura terus memperkuat pengembangan kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK) dan Kawasan Industri Kendal. “Kawasan Industri Kendal yang saat sekarang sudah utilisasinya hampir penuh dan akan ekspansi lagi 1.000 hektare,” kata Airlangga. Nongsa Digital Park di Batam juga disebut hampir penuh dan tengah memproses ekspansi lanjutan.
Kawasan Nongsa di Batam selama ini berkembang sebagai pusat ekonomi digital nasional karena kedekatannya dengan Singapura serta dukungan infrastruktur telekomunikasi dan pusat data. Menurut Airlangga, penguatan sektor digital dan pusat data menjadi penting karena tidak terlalu bergantung pada logistik fisik yang rentan terganggu akibat konflik global maupun perang.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa isu digitalisasi dan semikonduktor kini menjadi perhatian utama dalam pembahasan ekonomi global, termasuk dengan Amerika Serikat dan negara-negara ASEAN. “Baik itu di Eropa, kemudian di ASEAN, bahkan juga dengan pembicaraan dalam USTR (Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat). Mereka juga concern mengenai digitalisasi dan semikonduktor,” ungkapnya.
Sebelumnya, Danantara Indonesia dan perusahaan teknologi Arm Ltd menargetkan pengembangan hingga 15.000 talenta semikonduktor Indonesia dalam tiga hingga lima tahun ke depan guna mendukung penguatan industri digital nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan