Media Kampung – Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengajak pelaku industri perjalanan wisata memperkuat kolaborasi dengan pemerintah guna mendorong pariwisata Indonesia yang berkualitas, aman, dan berdaya saing.

Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas destinasi wisata nasional, sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Indonesia.

Meski demikian, kinerja pariwisata nasional pada kuartal I tahun 2026 tetap menunjukkan tren positif, dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 3,4 juta kunjungan atau tumbuh 8 persen.

Kementerian Pariwisata juga menetapkan lima program unggulan tahun 2026, yakni Sinergi Peningkatan Keselamatan Wisata, Desa Wisata, Pariwisata Berkualitas, Event by Indonesia, dan Tourism 5.0.

Program-program ini diarahkan untuk mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan global.

Ni Luh menekankan aspek keselamatan dan kenyamanan wisatawan menjadi bagian penting dalam penguatan kualitas destinasi wisata nasional.

Oleh karena itu, kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi dan perizinan dinilai penting untuk mendukung pengawasan dan menjamin keamanan wisatawan.

Dalam pengembangan desa wisata, Kementerian Pariwisata juga tengah menyiapkan peta jalan pengembangan desa wisata nasional sebagai arah strategis penguatan destinasi berbasis masyarakat.

Ni Luh berharap biro perjalanan dapat menjadikan desa wisata sebagai salah satu pilihan destinasi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemerintah akan terus menjalankan berbagai program strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan dunia melalui kolaborasi bersama pelaku industri pariwisata.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.