Media Kampung – Jonathan Chey, salah satu pendiri Irrational Games dan direktur pengembangan BioShock, mengungkapkan keraguannya terhadap sistem plasmid yang menjadi fitur penting dalam game tersebut. Menurutnya, sistem plasmid yang memungkinkan pemain menggunakan berbagai kekuatan psikis tidak sepenuhnya efektif karena pemain cenderung hanya menggunakan satu atau dua kemampuan favorit mereka saja.
Chey menjelaskan bahwa meskipun BioShock menawarkan beragam plasmid, pada akhirnya pemain tidak terlalu peduli dengan jumlah variasi plasmid yang dimiliki. “Saya selalu berpikir, saya tidak peduli berapa banyak plasmid yang saya punya, karena biasanya ada satu yang saya sukai dan saya gunakan terus-menerus,” katanya. Ia menambahkan bahwa dalam durasi permainan 15-20 jam, setelah mencoba berbagai plasmid, pemain biasanya kembali menggunakan kekuatan yang paling nyaman bagi mereka dan mengabaikan sisanya.
Pengalaman tersebut membuat Chey mempertanyakan tujuan dari menyediakan banyak pilihan plasmid jika pada akhirnya tidak semua digunakan secara maksimal. Ia menilai hal ini menjadi salah satu tantangan dalam desain game, terutama untuk game bergenre immersive sim yang mengutamakan eksplorasi gaya bermain yang beragam.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Chey dan timnya di studio Blue Manchu tengah mengembangkan game baru berjudul Godzone 6. Game ini menggabungkan elemen immersive sim dengan mekanisme roguelike dan deckbuilder yang memungkinkan siklus permainan lebih singkat serta menghadirkan pilihan yang terbatas namun variatif pada setiap sesi permainan. Dengan demikian, pemain didorong untuk terus bereksperimen dengan kemampuan dan strategi baru dalam setiap permainan.
Chey menjelaskan bahwa Godzone 6 memungkinkan pemain memilih karakter dengan kemampuan unik, mulai dari hacker, penyusup, hingga karakter yang dapat terbang atau masuk ke ruang sempit yang tidak dapat dijangkau karakter lain. Pendekatan ini bertujuan agar pemain tidak terjebak pada satu gaya bermain saja.
Masalah keengganan pemain untuk mencoba kemampuan baru juga bukan hal yang unik bagi BioShock. Beberapa game immersive sim populer lainnya, seperti Dishonored 2, juga menghadapi tantangan serupa dimana pemain cenderung menggunakan strategi dan kemampuan yang sudah familiar. Chey membandingkan dengan game seperti Slay the Spire yang memaksa pemain untuk beradaptasi dan bereksperimen karena elemen random dan pilihan kartu yang terus berubah dalam setiap sesi.
Hingga saat ini, Godzone 6 belum memiliki tanggal rilis resmi, namun ide-ide baru yang diusung oleh Chey diharapkan bisa membawa pengalaman immersive sim menjadi lebih dinamis dan menarik untuk dijelajahi berulang kali.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan