Media Kampung – Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, menegaskan pentingnya pemilihan Dewan Pengawas LPP RRI yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi di tengah perubahan cepat dunia media. Ia menyebut LPP RRI bukan sekadar alat pemerintah, melainkan lembaga negara yang harus mampu menjangkau dan dipahami oleh masyarakat luas, khususnya di masa disrupsi media digital saat ini.

Dalam perbincangan usai Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI di Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026, Putra mengungkapkan bagaimana masyarakat kini lebih banyak mengakses konten melalui media sosial dibandingkan dengan media tradisional seperti radio dan televisi. Karena itu, ia mendorong RRI untuk mengembangkan model bisnis yang inovatif, salah satunya dengan memanfaatkan platform digital seperti podcast dan YouTube guna menjangkau audiens yang lebih luas.

Putra juga menekankan bahwa Dewan Pengawas yang terpilih harus memiliki kapasitas yang mumpuni agar pengawasan terhadap LPP RRI berjalan optimal. Selain itu, ia menyoroti pentingnya jajaran direksi RRI untuk bersikap gesit dalam merespons dinamika perubahan media agar eksistensi RRI tetap dikenali dan dibutuhkan oleh masyarakat, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki kebutuhan informasi tinggi.

Meski fokus pada pengembangan digital, Putra mengingatkan agar RRI tidak mengabaikan masyarakat di daerah yang masih bergantung pada siaran konvensional. Penguatan layanan manual tetap harus dilakukan seiring dengan kemajuan layanan digital agar tidak meninggalkan segmen pendengar yang selama ini menjadi basis RRI.

Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI bersama LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN ANTARA ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antar media publik agar lebih adaptif, kolaboratif, dan terpercaya di mata masyarakat. Salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah membahas proses seleksi Dewan Pengawas RRI sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan perubahan media yang semakin pesat.

Dengan seleksi Dewan Pengawas yang ketat dan kompeten, DPR berharap LPP RRI mampu terus berinovasi dan mempertahankan perannya sebagai media publik yang relevan di era digital tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok negeri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.