Media Kampung – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimplementasikan digitalisasi dalam layanan konsumsi bagi jemaah selama pelaksanaan Armuzna yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina pada penyelenggaraan haji tahun 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebugaran jemaah tetap terjaga melalui pengelolaan konsumsi yang lebih efisien dan terpantau secara digital.
Digitalisasi layanan konsumsi mencakup pencatatan distribusi makanan, pemantauan porsi makan, serta verifikasi layanan yang diterima oleh jemaah. Sistem digital ini memudahkan koordinasi antar tim serta memungkinkan penanganan kendala logistik dengan lebih cepat dan tepat. Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, menyatakan bahwa seluruh data konsumsi kini sudah terintegrasi dalam satu sistem digital, sehingga pengelolaan menjadi lebih rapi dan terukur.
PPIH bertanggung jawab atas distribusi konsumsi dari 51 dapur yang tersebar ke 177 hotel tempat menginap jemaah di Makkah. Layanan konsumsi ini menjangkau 527 kelompok terbang, dan seluruh prosesnya dipantau secara ketat untuk menjamin kelancaran. Hingga saat ini, lebih dari 1.193.534 kotak makanan telah berhasil disalurkan tanpa mengalami hambatan berarti selama masa operasional.
Selain itu, PPIH juga melakukan perbaikan kualitas menu dengan menyesuaikan kebutuhan gizi dan cita rasa khas Nusantara. Variasi lauk diperbanyak agar jemaah tetap memiliki selera makan yang baik selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Indri menegaskan bahwa penyusunan menu selalu mempertimbangkan keseimbangan nutrisi serta variasi hidangan. Jemaah juga mendapatkan tambahan asupan berupa susu, buah segar, dan air mineral setiap hari untuk mendukung kesehatan mereka.
Persiapan layanan konsumsi telah dimulai menjelang puncak ibadah di Armuzna. Setibanya di Arafah, setiap jemaah langsung menerima tiga botol air mineral sebagai minuman pembuka. Selama wukuf di Arafah, jemaah dijadwalkan mendapatkan maksimal lima kali makan penuh. Sebelum keberangkatan menuju Muzdalifah, mereka juga menerima paket konsumsi tambahan sebagai bekal selama perjalanan.
Di Mina, layanan konsumsi kembali dimaksimalkan selama pelaksanaan lontar jumrah. Jemaah memperoleh suplai makanan hingga sepuluh kali sejak tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah, mendukung stamina mereka dalam menjalankan ibadah tersebut. Dengan sistem digital yang diterapkan, pengelolaan konsumsi selama Armuzna berjalan lancar dan efektif sesuai target yang ditetapkan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan