Media Kampung – Programme for International Student Assessment (PISA) merupakan program penilaian global yang mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam bidang membaca, matematika, dan sains. Berbeda dengan ujian sekolah yang sering mengandalkan hafalan, PISA menilai kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan untuk memecahkan masalah sehari-hari.
Indonesia berada di peringkat ke-69 dari 80 negara peserta PISA 2022 dengan skor rata-rata 383 poin. Meski masih di posisi bawah, capaian ini meningkat sekitar lima sampai enam peringkat dibandingkan dengan hasil tahun 2018. Sejak 2021, Indonesia juga mulai menerapkan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di sekolah, yang sifatnya mirip dengan PISA dan dilaksanakan pada siswa kelas 5, 8, dan 11.
Contoh soal PISA yang bisa menjadi bahan belajar terbagi dalam tiga domain utama. Pada bidang membaca, soal menguji kemampuan memahami informasi tersurat, menarik kesimpulan, serta mengevaluasi dan merefleksikan isi teks secara kritis. Misalnya, sebuah soal menyajikan teks tentang manfaat membaca bagi balita, di mana jawaban yang tepat adalah peningkatan kemampuan berpikir analitis dan empati anak.
Dalam domain matematika, soal PISA menuntut siswa menginterpretasi data dan menyelesaikan masalah dalam konteks kehidupan nyata. Contohnya, menghitung berapa susu kotak yang harus terjual agar pendapatan toko meningkat 25 persen, atau menentukan waktu tiba mobil setelah memperhitungkan waktu istirahat di perjalanan. Soal juga menguji kemampuan membaca grafik dan tabel, seperti menentukan hari dengan selisih penjualan buah paling kecil berdasarkan data harian.
Domain sains PISA meliputi analisis fenomena alam dan dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Salah satu soal menanyakan alasan munculnya tetesan air di luar gelas berisi air es, yang dijelaskan sebagai proses kondensasi uap air di udara ketika bersentuhan dengan permukaan dingin. Soal lain menguji pemahaman dampak pembakaran sisa tanaman terhadap kualitas udara dengan peningkatan karbon dioksida dan partikel halus.
Soal-soal PISA dirancang tidak hanya mengukur pengetahuan faktual, tetapi juga kemampuan berpikir analitis, kritis, dan pemecahan masalah. Oleh sebab itu, strategi belajar yang efektif perlu mencakup membaca soal secara cermat, memahami konteks, dan tidak hanya mengandalkan rumus atau hafalan. Latihan membaca teks panjang dan mencoba simulasi soal PISA dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi yang dibutuhkan.
Meskipun PISA merupakan tes internasional, soal-soalnya sangat relevan dengan situasi keseharian siswa. Dengan membiasakan diri berlatih soal tipe PISA, kemampuan analitis dan kritis siswa akan terasah, sehingga mereka menjadi lebih siap menghadapi berbagai jenis asesmen, termasuk Asesmen Kompetensi Minimum yang diterapkan di sekolah.
Informasi dan pembahasan soal PISA ini dapat menjadi referensi bermanfaat untuk siswa dan pendidik dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian yang mengedepankan pemahaman dan aplikasi pengetahuan dalam kehidupan nyata.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan