Media Kampung – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan memberikan penghargaan atas keberhasilan TNI Angkatan Laut dalam menggagalkan berbagai kasus penyelundupan dengan total nilai kerugian negara mencapai Rp14,75 triliun sepanjang tahun 2025.
Menko Polkam Djamari Chaniago mengungkapkan bahwa pada lima bulan pertama tahun 2026, upaya tersebut masih berlanjut dengan nilai penyelamatan negara sebesar Rp112,9 miliar. Keberhasilan ini diperoleh melalui operasi penegakan hukum yang ketat serta pengawasan keamanan di wilayah laut Indonesia.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Markas Komando Armada Republik Indonesia, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026, Djamari menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan tugas pengamanan sumber daya alam nasional. Ia mengingatkan agar para petugas tidak cepat berpuas diri dan terus semangat dalam melaksanakan operasi tersebut demi kepentingan bangsa.
Djamari menambahkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, baik yang bersifat strategis maupun umum. Kondisi ini membuat wilayah laut menjadi rawan terhadap upaya penyelundupan, sehingga peran TNI AL sebagai alat negara sangat vital untuk menjaga dan mengamankan aset berharga tersebut agar tidak disalahgunakan.
Selain berhasil menyelamatkan sumber daya alam, TNI AL juga menunjukkan prestasi dalam menggagalkan kasus penyelundupan narkotika. Data tahun 2025 mencatat bahwa upaya ini berkontribusi menyelamatkan sekitar 24,5 juta jiwa dari bahaya narkoba. Sementara itu, pada lima bulan pertama tahun 2026, jumlah jiwa yang berhasil dilindungi mencapai 6.715 orang.
Djamari menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam mengatasi kejahatan narkotika yang sangat merusak generasi muda Indonesia. Ia menyebutkan bahwa selain TNI AL, Kepolisian juga aktif dalam melakukan pencegahan dan pengawasan terhadap peredaran narkoba.
Keberhasilan operasi yang dilakukan TNI AL menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam menjaga kekayaan alam Indonesia sekaligus memastikan agar manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Djamari juga mendorong agar sinergi dengan berbagai instansi terkait terus diperkuat untuk memperlancar penanganan penyelundupan.
“Jangan lupa bekerja sama dengan instansi-instansi lain, karena tidak mungkin upaya semacam ini dilakukan oleh Angkatan Laut saja. Termasuk kita bekerja sama dengan media agar bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Panglima Komando Armada RI, Denih Hendrata, menyatakan bahwa keberhasilan operasi tidak lepas dari kerja sama lintas lembaga seperti Bea Cukai, Polri, pemerintah daerah, dan dukungan masyarakat. Denih berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum di wilayah maritim.
Dengan terus memperkuat deteksi dini dan pencegahan, TNI AL berupaya menjaga kedaulatan laut Indonesia sekaligus menegakkan hukum demi keamanan dan kesejahteraan nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan