Media Kampung – Posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) pasca-pelantikan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan tajam dari partai-partai koalisi pendukung pemerintah, terutama Partai Demokrat. Demokrat secara khusus meminta PDIP untuk memperjelas sikap politiknya, apakah berada di dalam pemerintahan atau memilih posisi sebagai kekuatan penyeimbang di luar pemerintahan.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyampaikan bahwa masyarakat berhak mengetahui secara tegas posisi politik PDIP. Menurutnya, kejelasan sikap politik sangat penting agar publik dapat dengan mudah membedakan mana partai yang menjalankan pemerintahan dan mana yang menjalankan fungsi pengawasan atau penyeimbang.

“Yang menjadi pertanyaan publik bukan sekadar apakah PDIP mendukung atau tidak mendukung pemerintah, melainkan seberapa jelas posisi tersebut dijalankan dan dikomunikasikan kepada masyarakat,” ujar Herzaky dalam sebuah kesempatan wawancara di Jakarta.

Herzaky juga menyoroti bahwa sampai saat ini, komunikasi politik PDIP masih dianggap abu-abu, sehingga menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat dan partai koalisi lain. Ia mencontohkan pengalaman Partai Demokrat yang selama hampir satu dekade berada di luar pemerintahan, konsisten menjalankan fungsi kontrol dengan memberikan kritik maupun apresiasi terhadap kebijakan pemerintah.

“Kami dulu jelas berada di luar pemerintahan. Kalau ada kebijakan yang kami nilai kurang tepat, kami kritik secara tegas. Kalau baik, kami apresiasi. Publik tahu posisi kami sebagai partai penyeimbang,” tambahnya.

Selain Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga vokal meminta PDIP mengambil sikap yang lebih tegas. PKB menanggapi keikutsertaan politikus PDIP, Andi Widjajanto, dalam aksi demonstrasi mahasiswa sebagai indikasi ketidakjelasan sikap politik PDIP terhadap pemerintahan Prabowo.

PDIP sendiri menegaskan bahwa posisi sebagai kekuatan penyeimbang di luar pemerintahan merupakan mandat partai yang berbeda dengan oposisi. Sikap tersebut dianggap perlu untuk menjaga fungsi checks and balances dalam demokrasi Indonesia. Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menyatakan bahwa posisi tersebut sudah disepakati dalam Kongres Partai dan harus dihormati sebagai pilihan politik yang sah.

Namun, Demokrat menekankan bahwa pernyataan tersebut harus tercermin secara konsisten dalam praktik politik sehari-hari agar tidak menimbulkan tafsir yang berbeda di masyarakat. Kejelasan dan konsistensi posisi politik PDIP dinilai kunci bagi demokrasi yang sehat dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Herzaky juga menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo terbuka terhadap kritik dan masukan, termasuk dari kalangan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara konstruktif merupakan bagian wajar dalam sistem demokrasi.

Dengan berbagai desakan dari partai koalisi, PDIP diharapkan dapat segera memberikan kejelasan sikap politiknya agar tidak menimbulkan kebingungan publik dan memperkuat fungsi demokrasi di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.