Media Kampung – Pemerintah resmi meluncurkan program Asta Mandala SMK Go Global sebagai upaya strategis menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan berdaya saing di tingkat global. Program ini bertujuan untuk mengirimkan 500 ribu calon pekerja migran Indonesia yang telah mendapat pelatihan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional pada periode 2026 hingga 2029.
Program SMK Go Global dan Tujuannya
Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyatakan bahwa SMK Go Global hadir untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pelindungan dan kualitas pekerja migran sejak tahap persiapan hingga pasca penempatan.
Melalui Asta Mandala SMK Go Global, pemerintah berfokus membangun talenta yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri global. Program ini tidak hanya membuka peluang kerja di luar negeri, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Sektor Prioritas dan Strategi Pelaksanaan
SMK Go Global difokuskan pada beberapa sektor prioritas seperti kesehatan, perhotelan, manufaktur, konstruksi, agrikultur, dan transportasi. Program ini dirancang dengan dua pilar utama, yaitu Panca Sukses sebagai strategi pelaksanaan dan Tri Dampak sebagai hasil yang ingin dicapai.
- Panca Sukses: Strategi pelaksanaan yang memastikan calon pekerja memiliki kompetensi yang dibutuhkan, memperoleh pelindungan optimal, dan mampu meningkatkan kesejahteraan.
- Tri Dampak: Hasil yang diharapkan mencakup peningkatan kualitas tenaga kerja, pelindungan pekerja migran, dan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional.
Dampak dan Harapan Program
Implementasi SMK Go Global diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja yang aman dan legal bagi tenaga kerja Indonesia di pasar global. Selain itu, program ini juga diharapkan melahirkan talenta unggul yang mampu bersaing secara internasional serta turut memperkuat daya saing bangsa dalam rangka mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Mukhtarudin menegaskan optimisme pemerintah dalam mewujudkan tujuan tersebut melalui sinergi antar pemangku kepentingan. Program ini juga merupakan langkah penting dalam transformasi penempatan pekerja migran menuju tenaga kerja yang lebih terampil dan terlindungi.
Kesimpulan
SMK Go Global menjadi tonggak penting dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang siap menghadapi tantangan global. Dengan target penempatan 500 ribu pekerja migran kompeten dalam beberapa tahun ke depan, program ini memperkuat posisi Indonesia di pasar tenaga kerja internasional sekaligus mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.














Tinggalkan Balasan