Media Kampung – Pendidikan karakter menjadi bekal penting dalam mempersiapkan generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045. Selain kemampuan akademik, anak-anak perlu dibekali kepemimpinan, kemandirian, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Hal ini mengemuka dalam diskusi di Sekolah Alam Avesiena Malang, Jumat (12/6/2026). Orang tua siswa, Santi, menekankan bahwa pemilihan sekolah harus disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak dan keluarga.
“Memilih sekolah itu seperti memilih baju. Cocok untuk saya belum tentu cocok untuk orang lain. Yang penting melihat kebutuhan anak dan nilai apa yang ditawarkan sekolah. Di rumah sudah ada pondasi, sekolah tinggal melanjutkan kolaborasi dengan orang tua,” ujarnya.
Menurut Santi, pendidikan karakter membutuhkan proses panjang dan harus disesuaikan dengan tahapan usia anak. Sementara itu, Direktur Sekolah Alam Avesiena Malang, Lilla Yustitia, menjelaskan bahwa sekolah berbasis alam tidak sekadar belajar di alam, tetapi belajar bersama alam melalui pengalaman langsung.
“Karakter itu lahir dari pembiasaan. Belajar akan lebih mengena ketika anak-anak menyelami dan mengalami sendiri prosesnya,” kata Lilla. Ia menambahkan, pendidikan di Avesiena dibangun melalui empat pilar utama: akhlak, logika, kepemimpinan, dan kewirausahaan.
Pendiri Yayasan Puri Avesiena, dr. Wisnu Wahyuni, menegaskan bahwa anak-anak perlu dipersiapkan menghadapi tantangan masa depan yang terus berubah. “Yang jelas anak harus bisa hidup sesuai dengan zamannya. Karena dunia 10 sampai 20 tahun ke depan tentu berbeda dengan hari ini,” ujarnya.
Pendidikan karakter dinilai menjadi fondasi yang memungkinkan generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral dan keterampilan hidup yang relevan dengan tantangan Indonesia Emas 2045.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan