Bondowoso – Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso mendorong Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk segera melakukan pembenahan tata kelola pendidikan melalui sejumlah rekomendasi strategis. Rekomendasi tersebut meliputi penataan kegiatan sekolah, pemerataan guru dan tenaga kependidikan, penguatan kepemimpinan sekolah, hingga peningkatan kesejahteraan kepala sekolah.
Berbagai masukan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Bupati Bondowoso di Pendopo Raden Bagus Assra, Senin (27/7/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan pendidikan di daerah.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Dr. Suheri, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan rekomendasi yang disampaikan merupakan hasil monitoring, evaluasi, dan dialog dengan berbagai pihak di lingkungan pendidikan. Menurutnya, setiap usulan disusun berdasarkan kondisi nyata yang ditemukan di lapangan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana prasarana maupun peningkatan angka partisipasi sekolah, tetapi juga memerlukan pembenahan tata kelola agar kualitas pendidikan dapat meningkat secara menyeluruh.
“Kami berharap rekomendasi ini menjadi masukan yang dapat memperkuat arah kebijakan pendidikan di Kabupaten Bondowoso,” ujar Suheri.
Dorong Festival Kelulusan Berbasis Prestasi dan Karakter
Salah satu rekomendasi yang menjadi perhatian Dewan Pendidikan adalah penyusunan pedoman pelaksanaan kegiatan akhir tahun sekolah. Menurut Suheri, kegiatan kelulusan perlu diarahkan menjadi ajang apresiasi terhadap prestasi peserta didik sekaligus pembentukan karakter, tanpa menimbulkan beban ekonomi bagi orang tua.
Untuk itu, Dewan Pendidikan mengusulkan konsep Festival Prestasi, Karakter, dan Apresiasi Kelulusan sebagai alternatif kegiatan perpisahan sekolah.
Konsep tersebut diharapkan mampu mengembalikan makna kelulusan sebagai bagian dari proses pendidikan yang edukatif, sederhana, dan berorientasi pada penghargaan terhadap capaian belajar peserta didik.
Usulkan Relokasi Sekolah dan Pemerataan Guru
Selain menyangkut kegiatan sekolah, Dewan Pendidikan juga mengusulkan relokasi SMP Negeri Satu Atap Tamanan ke eks SD Negeri Mengen 02. Usulan tersebut didasarkan pada hasil peninjauan lapangan, aspirasi masyarakat, serta pertimbangan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.
Dewan Pendidikan juga menyoroti pentingnya pemerataan distribusi guru dan tenaga kependidikan agar tidak terjadi kesenjangan kualitas layanan pendidikan antara sekolah di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Menurut Suheri, pemerataan sumber daya manusia di sektor pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik.
Percepat Pengangkatan Kepala Sekolah Definitif
Dalam audiensi tersebut, Dewan Pendidikan turut mengusulkan adanya perhatian terhadap kesejahteraan kepala sekolah. Meningkatnya tanggung jawab kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan, menurut Suheri, perlu diimbangi dengan dukungan kebijakan yang memadai.
Selain itu, Dewan Pendidikan juga menyoroti masih adanya sejumlah sekolah yang dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt.) kepala sekolah dalam waktu yang relatif lama.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera diselesaikan melalui percepatan pengangkatan kepala sekolah definitif agar tata kelola sekolah berjalan lebih efektif, kepemimpinan lebih kuat, serta proses pengambilan kebijakan di tingkat sekolah dapat berlangsung secara optimal.
Suheri menegaskan, seluruh rekomendasi yang disampaikan merupakan bentuk tanggung jawab Dewan Pendidikan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memberikan masukan terhadap pembangunan sektor pendidikan.
Ia memastikan berbagai rekomendasi tersebut bukan dimaksudkan untuk mencari kekurangan, melainkan sebagai bahan evaluasi bersama guna meningkatkan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Bondowoso.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Dewan Pendidikan, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan, Suheri berharap berbagai rekomendasi tersebut dapat ditindaklanjuti secara bertahap sehingga mampu mewujudkan sistem pendidikan Bondowoso yang lebih berkualitas, merata, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Rif)














Tinggalkan Balasan