Media Kampung, Serang – Enam sekolah swasta di Provinsi Banten memutuskan mundur dari Program Sekolah Gratis (PSG) pada Tahun Ajaran 2026/2027. Kondisi ini menjadi peringatan penting bagi Pemerintah Provinsi Banten untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut sebelum memperluas cakupannya ke madrasah.
Alasan Mundurnya Sekolah Swasta dari PSG
<pMenurut Yeremia Mendrofa, anggota Komisi V DPRD Banten, pengunduran enam sekolah swasta bukan masalah teknis semata, melainkan menunjukkan persoalan dalam desain dan pelaksanaan program yang harus segera diperbaiki. Dua sekolah mengundurkan diri karena tidak mendapatkan murid baru, sementara empat sekolah lainnya merasa biaya operasional yang harus ditanggung melebihi dukungan yang diterima melalui program tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaluddin, mengonfirmasi bahwa pengunduran diri hanya berlaku untuk siswa baru kelas X dan seluruh siswa yang sudah terdaftar tetap mendapatkan fasilitas hingga lulus.
Evaluasi dan Tantangan Program Sekolah Gratis
Program Sekolah Gratis bertujuan memberikan akses pendidikan tanpa biaya bagi masyarakat. Namun, pelaksanaan program harus memperhatikan kemampuan sekolah dalam memenuhi kebutuhan operasional agar sekolah tetap sehat dan berkelanjutan.
Yeremia mengingatkan bahwa sekolah swasta adalah mitra pemerintah dalam layanan pendidikan, sehingga kebijakan ini tidak boleh membuat sekolah kehilangan peserta didik atau mengalami kesulitan keuangan. Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan pada formula pembiayaan yang saat ini dianggap seragam, sementara kebutuhan tiap sekolah berbeda. Mekanisme penerimaan dan distribusi siswa juga harus diperbaiki untuk menghindari sekolah yang tidak mendapatkan murid.
Selain itu, transparansi dan kepastian pembayaran kepada sekolah sangat penting agar kebutuhan guru, tenaga kependidikan, listrik, pemeliharaan, dan kegiatan pembelajaran dapat terpenuhi. Mekanisme pengaduan dan evaluasi harus cepat dan responsif agar masalah dapat segera diselesaikan sebelum menyebabkan defisit operasional.
Perluasan Program ke Madrasah dan Kesiapan Pemerintah
Pemprov Banten berencana memperluas Program Sekolah Gratis ke madrasah. Yeremia mendukung langkah ini demi pemerataan akses pendidikan, namun menegaskan bahwa perluasan harus didahului evaluasi pelaksanaan sebelumnya. Pemerintah perlu memastikan kesiapan pembiayaan, jumlah siswa, kebutuhan guru, sarana prasarana, dan mekanisme pertanggungjawaban agar program dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah agar program tidak menghadapi masalah pembiayaan di tengah jalan. Prioritas harus diberikan pada kualitas dan keberlanjutan program, bukan hanya jumlah sekolah yang ikut serta.
Dampak dan Tindak Lanjut
Berkurangnya jumlah sekolah peserta PSG berdampak pada penyesuaian anggaran dalam pembahasan APBD Perubahan 2026. Pemerintah provinsi memastikan bahwa siswa yang sudah terdaftar tetap mendapatkan fasilitas pendidikan sesuai nota kesepahaman yang telah disepakati.
Pengunduran diri enam sekolah ini sebaiknya dianggap sebagai peringatan dini agar pemerintah memperbaiki program sebelum memperluas cakupan. Dengan evaluasi yang matang, program diharapkan dapat berjalan tepat sasaran, adil, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Banten.















Tinggalkan Balasan