Media Kampung – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat memastikan bahwa seluruh data pemetaan calon murid baru (PCMB) tetap aman dan tidak ada yang bocor, meskipun sempat terjadi gangguan akses pada laman pengumuman hasil pemetaan. Kadisdik Jabar, Purwanto, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat akibat lonjakan akses yang tinggi secara bersamaan.

Gangguan tersebut terjadi saat pengumuman hasil PCMB pada Sabtu (13/6/2026) malam. Purwanto menjelaskan bahwa kendala muncul karena antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, yang mengakses sistem secara bersamaan, ditambah dengan proses optimalisasi fitur pengumuman untuk memastikan akurasi data. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun data calon murid yang terancam atau dirugikan secara administratif.

“Kami memberikan jaminan penuh bahwa seluruh data pemetaan calon murid baru tersimpan dengan sangat aman. Tidak ada satu pun hak calon murid yang dirugikan secara administratif akibat proses penyempurnaan sistem ini,” ujar Purwanto dalam konferensi pers.

Tim teknis Disdik Jabar terus bekerja untuk menyempurnakan fitur pengumuman agar layanan dapat diakses secara optimal oleh seluruh masyarakat. Selain itu, Disdik juga menyiapkan solusi bagi calon murid yang belum tertampung di sekolah negeri. Saat ini, terdapat sekitar 77 ribu calon murid yang belum mendapatkan tempat di SMA dan SMK negeri.

Bagi mereka, pemerintah telah menyiapkan skema penyaluran ke sekolah-sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemprov Jabar. Kerja sama ini terus diperluas melalui koordinasi antara Cabang Dinas Pendidikan dengan sekolah swasta di setiap wilayah, terutama di daerah dengan jumlah calon murid belum tertampung yang tinggi. Biaya pendidikan seperti Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) akan mendapat dukungan pembiayaan dari pemerintah sesuai skala prioritas dan kapasitas fiskal daerah.

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan perluasan akses SMA Terbuka di wilayah-wilayah yang membutuhkan. Purwanto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir terhadap keamanan data maupun hasil pemetaan. Seluruh proses dilakukan secara akuntabel dan terus disempurnakan berdasarkan evaluasi di lapangan.

“Kami memastikan data calon murid tetap aman dan tidak ada manipulasi dalam proses ini. Atas berbagai kendala yang terjadi, kami kembali memohon maaf dan akan terus melakukan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” pungkasnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.