Media Kampung – Alex Marquez, pembalap MotoGP asal tim Gresini Racing, mengungkapkan bahwa ia pernah mengalami masa sulit berupa depresi akibat terus-menerus dibandingkan dengan sang kakak, Marc Marquez, yang merupakan juara dunia sembilan kali di berbagai kelas balap.
Alex mengaku bahwa bayang-bayang prestasi Marc begitu besar sehingga ia merasa sangat tertekan pada awal kariernya di MotoGP. Tekanan ini membuatnya sempat mengalami depresi karena merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi yang sama dengan Marc.
Namun, Alex berhasil bangkit setelah mengubah fokusnya. Ia berhenti membandingkan diri dengan sang kakak dan mulai menilai kemampuannya sendiri. Dengan pendekatan ini, ia datang ke setiap balapan dengan keyakinan bahwa usaha yang dilakukannya setara dengan pembalap papan atas lain di MotoGP.
Bagi Alex, balapan adalah tempat di mana ia bisa melupakan semua tekanan dan fokus sepenuhnya pada performanya. Ia menggambarkan pengalaman balap sebagai momen yang menenangkan, seperti berlibur dan bersantai di pantai, di mana hanya ada dirinya dan motor yang dikendarainya, tanpa gangguan dari dunia luar.
Kisah ini memberikan gambaran tentang perjuangan mental yang dialami Alex Marquez dalam meniti karier profesional di dunia balap motor tingkat tertinggi. Tekanan membandingkan diri dengan figur sukses di lingkungannya bukanlah hal mudah, namun dengan mengubah perspektif dan fokus pada diri sendiri, Alex mampu menemukan ketenangan dan membangun kepercayaan diri yang kini menjadi modal penting dalam kariernya.














Tinggalkan Balasan