Media Kampung, Bengkulu Tengah — Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 26 Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, hanya diminati oleh satu orang calon murid. Kondisi ini dinilai memprihatinkan dan memicu kekhawatiran akan kelangsungan sekolah negeri di daerah tersebut.

Seorang warga Bengkulu Tengah bernama Nur (35) menyampaikan keprihatinannya atas sepinya peminat di SMPN 26. Ia mendesak Dinas Pendidikan setempat untuk segera mengevaluasi sistem zonasi dan mekanisme SPMB secara menyeluruh. “Jika setiap SPMB hanya menerima 1 atau 2 murid, bukan tidak mungkin sekolah akan tutup. Sebaiknya Dinas Pendidikan Bengkulu Tengah harus cepat tanggap,” ujar Nur melalui sambungan telepon, Selasa (14/7).

Nur menilai potensi penutupan sekolah sangat besar apabila dalam tiga tahun ke depan hanya menerima sedikit murid. Ia berharap Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemda Bengkulu Tengah tidak tinggal diam. Langkah taktis dan regulasi yang tepat dinilai penting untuk menyelamatkan fasilitas pendidikan di daerah tersebut.

Menurut Nur, penataan ulang sistem zonasi menjadi kunci utama penyelesaian masalah ini. Langkah tegas diperlukan agar kasus serupa tidak terulang di masa depan demi menjaga keberlangsungan pendidikan bagi generasi muda di Bengkulu, khususnya di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pendidikan Bengkulu Tengah terkait fenomena sepinya peminat di SMPN 26 tersebut.