Media Kampung, Kudus – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mufti, menerima hadiah syal batik yang dibuat oleh Muhammad Hanif Fuadi, seorang siswa tunarungu kelas 9B di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Purwosari, Kudus, Jawa Tengah. Hadiah tersebut diserahkan saat kunjungan Mendikdasmen ke kota kelahirannya pada Jumat, 31 Juli 2026.

Karya Syal Batik dengan Motif Khas Kudus

Hanif, yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) tunarungu, menciptakan syal batik dengan motif Menara Kudus dan Parijoto. Motif Menara Kudus menggambarkan sejarah dan toleransi, sedangkan motif Parijoto melambangkan harapan dan doa baik. Syal tersebut memiliki panjang 150 sentimeter dan lebar 20 sentimeter, dipilih karena fungsional dan mudah dikenakan serta sebagai media memperkenalkan ikon daerah Kudus.

Baca juga:

Inisiatif dan Proses Pembuatan

Hanif memulai pembuatan syal batik ini sebagai bentuk penghormatan kepada Mendikdasmen yang akan berkunjung ke sekolahnya. Ia awalnya berencana membuat ikat kepala atau kain sepanjang dua meter, namun akhirnya memilih membuat syal karena keterbatasan waktu. Dalam lima hari, Hanif berhasil menyelesaikan karya tersebut dengan dukungan guru pendamping vokasi batik, Novie Ira Meranika.

Makna dan Apresiasi dari Mendikdasmen

Hadiah syal batik ini menjadi sangat istimewa karena dibuat langsung oleh ABK, yang menunjukkan kemampuan seni luar biasa dari anak-anak berkebutuhan khusus. Mendikdasmen Abdul Mufti menyampaikan rasa bahagianya menerima hadiah dari siswa tunarungu dan menilai bahwa ABK memiliki kreativitas yang luar biasa serta kemampuan unggul di berbagai bidang, meskipun memiliki keterbatasan dalam berbicara.

Baca juga:

Dukungan Pemerintah dan Program Revitalisasi

Selain menerima syal batik, Abdul Mufti juga menyerahkan buku bermutu kepada perwakilan sekolah di SLBN Purwosari dan melakukan peletakan batu pertama revitalisasi sekolah tersebut. Bupati Kudus, Samani Intakoris, mengapresiasi kunjungan dan bantuan Mendikdasmen yang memberikan dampak positif pada kegiatan belajar mengajar, termasuk pemberian Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) untuk mendukung proses pendidikan.

Perhatian Terhadap Pendidikan Inklusif

Kepala SLBN Purwosari, Edi Sujito, menyampaikan terima kasih atas perhatian besar pemerintah melalui Mendikdasmen Abdul Mufti terhadap pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta, tanpa adanya dikotomi. Hal ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya bagi anak berkebutuhan khusus agar mendapatkan kesempatan yang setara dan berkembang sesuai potensinya.

Baca juga: