Media Kampung – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat komitmen dalam pemerataan pendidikan di usia ke-81 provinsi ini dengan menyediakan akses pendidikan yang lebih luas dan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program-program inovatif menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari sekolah negeri, sekolah kemitraan, hingga pembinaan khusus bagi atlet muda dan beasiswa ke luar negeri.

Pendidikan Gratis dan Program Sekolah Kemitraan

Memasuki tahun ajaran 2026-2027, Jawa Tengah menyediakan sebanyak 231.724 kursi di jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri yang membebaskan biaya operasional seperti SPP, iuran wajib, buku pelajaran, serta kegiatan akademik dan ekstrakurikuler tertentu. Namun, karena daya tampung sekolah negeri belum mencukupi seluruh lulusan SMP sederajat, Pemprov Jateng menggandeng 139 sekolah swasta melalui Program Sekolah Kemitraan. Program ini fokus pada siswa dari keluarga kurang mampu berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang tidak dikenakan biaya pendidikan.

Baca juga:

Pada tahun ajaran ini, 3.676 siswa telah diterima melalui program tersebut, meningkat dari tahun sebelumnya. Bantuan pendidikan sebesar Rp2 juta per siswa disediakan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan mereka.

Bantuan Pembiayaan dan Beasiswa

Selain memperluas daya tampung, Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan pembiayaan pendidikan yang meliputi Beasiswa Siswa Miskin (BSM) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Pada 2025 dan 2026, BSM diberikan kepada 10.000 siswa setiap tahunnya dengan nilai Rp1 juta per siswa, termasuk bantuan khusus kepada anak tidak sekolah (ATS) dengan nilai Rp2 juta per siswa. BOSDA juga menjangkau lebih dari 50.000 siswa miskin dengan nilai Rp1 juta per siswa.

Baca juga:

Penegakan Sistem Penerimaan yang Adil

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara tegas menegakkan prinsip “no titip, no jastip” dalam penerimaan siswa baru. Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) dijalankan secara transparan, terbuka, dan diawasi oleh Ombudsman untuk memastikan kursi sekolah disediakan berdasarkan ketentuan yang adil dan objektif, tanpa campur tangan pihak tertentu.

Fasilitas Khusus bagi Atlet Muda

Jawa Tengah juga menyediakan pendidikan khusus bagi atlet muda melalui SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) di Kawasan Olahraga Jatidiri, Semarang. Sekolah ini mengakomodasi kebutuhan pendidikan dan latihan atlet dengan fasilitas asrama, pembebasan biaya pendidikan dan latihan, serta dukungan lengkap lainnya. Pada Popnas 2025, siswa SMANKO menyumbangkan berbagai medali bagi provinsi tersebut, menegaskan keberhasilan program ini.

Baca juga:

Program Beasiswa Sister Province ke Korea Selatan

Untuk meningkatkan kompetensi kerja dan membuka peluang ekonomi, Pemprov Jateng memfasilitasi beasiswa pendidikan ke Korea Selatan bagi siswa kurang mampu. Seleksi ketat dilakukan dari ribuan pendaftar hingga tersaring 62 peserta yang menjalani pelatihan dan ujian bahasa Korea. Pemerintah dan mitra program mendukung seluruh proses mulai dari pelatihan hingga keberangkatan, menandai kemajuan dalam pengembangan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah.

Investasi Masa Depan Melalui Pendidikan

Dengan berbagai program dan kebijakan tersebut, Jawa Tengah menegaskan pendidikan sebagai investasi masa depan yang harus diakses secara adil oleh semua anak tanpa terkecuali. Upaya ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga memutus rantai kemiskinan dan mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan.