Media Kampung, Surabaya – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Abdul Malik, bergerak cepat membantu seorang anak yatim yang terpaksa berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi. Langkah ini diambil setelah menerima aspirasi masyarakat melalui media sosial TikTok yang menyampaikan kondisi anak tersebut tinggal seorang diri dan tidak mampu melanjutkan pendidikan.
Langkah Cepat Abdul Malik
<pBeberapa jam setelah memperoleh informasi, Abdul Malik langsung mengunjungi kediaman anak tersebut untuk memastikan keadaan dan mendengarkan langsung harapan masa depan sang anak. Anak ini sebelumnya bersekolah di sekolah swasta hingga kelas 9, tetapi hanya mampu mengikuti pelajaran selama dua minggu pada awal kelas 9 karena tidak bisa membayar biaya sekolah.
Semangat anak tersebut untuk melanjutkan pendidikan tetap tinggi, khususnya dengan keinginan belajar di pondok pesantren yang dapat menggabungkan pendidikan umum dan agama. Abdul Malik menilai keinginan ini perlu mendapat dukungan serius mengingat kebutuhan sehari-hari anak tersebut juga sangat terbatas dan selama ini hanya mengandalkan belas kasih tetangga untuk kebutuhan makan.
Fasilitasi Pesantren Gratis dan Imbauan untuk Pemerintah Daerah
Politisi muda dari PDI Perjuangan ini langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk membantu mencarikan pondok pesantren yang sesuai dengan harapan anak tersebut, terutama yang memiliki biaya ringan hingga gratis. Selain itu, Abdul Malik mengimbau Kelurahan Sidotopo Wetan dan Kecamatan Kenjeran agar tidak hanya menunggu laporan masyarakat, tetapi lebih proaktif turun langsung melakukan pendataan dan pemantauan anak-anak yang berisiko putus sekolah karena faktor ekonomi dan status yatim piatu.
Menurut Abdul Malik, pemerintah daerah harus memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikan karena keterbatasan ekonomi atau kondisi keluarga. Pendataan aktif dan perhatian serius di tingkat kelurahan dan kecamatan sangat diperlukan untuk mencegah masalah serupa terjadi di masa depan.
Komitmen Mendampingi Pendidikan Anak
Abdul Malik berpesan kepada anak tersebut agar tetap semangat belajar jika berhasil mendapatkan tempat di pondok pesantren. Ia juga berjanji akan memantau perkembangan pendidikan anak itu hingga menyelesaikan proses belajarnya guna memastikan hak pendidikan terpenuhi.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya akan terus mendorong berbagai langkah untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota layak anak dengan memastikan akses pendidikan terbuka bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk anak yatim yang berisiko putus sekolah.















Tinggalkan Balasan