Media Kampung, Lebak – Suasana unik mewarnai perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kampung Rancawiru, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Lebak. Alih-alih menggelar acara di panggung atau balai desa, warga mengadakan lomba adu panco yang melibatkan 24 ibu-ibu sebagai peserta utama, tepat di tengah area persawahan yang baru selesai panen.
Lomba adu panco ini bukan sekadar ajang kompetisi kekuatan fisik, melainkan menjadi sarana mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong antarwarga. Para emak-emak yang biasanya dikenal dengan peran mengasuh anak dan mengurus rumah tangga, kini menunjukkan keberanian dan perannya dalam memeriahkan momen bersejarah kemerdekaan Indonesia.
Suasana Lomba yang Meriah dan Penuh Semangat
Di tengah hamparan sawah yang baru dipanen, para peserta duduk berhadapan dengan satu tangan bertumpu di meja sederhana. Ketika aba-aba dimulai, tawa berganti serius, dan setiap peserta mengerahkan tenaga terbaiknya untuk memenangkan permainan. Sorakan dari warga yang menonton menambah semarak suasana, menghadirkan kegembiraan dan rasa kebersamaan yang kuat di kampung tersebut.
Tujuan dan Makna Perayaan di Kampung Rancawiru
Ketua panitia, Mulyana, menjelaskan bahwa lomba adu panco sengaja dipilih sebagai salah satu rangkaian perlombaan karena dekat dengan kehidupan warga. Tujuannya adalah agar perayaan kemerdekaan tidak kehilangan nilai kebersamaan dan kegembiraan yang sederhana namun bermakna.
“Kami ingin agar warga tidak hanya merayakan kemerdekaan dengan acara besar, tapi juga dengan kegiatan yang bisa mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan,” ujar Mulyana. Ia berharap tradisi seperti ini terus lestari dan menjadi bagian dari cara warga merayakan 17 Agustus dengan penuh kehangatan.
Peran Emak-Emak dalam Memeriahkan HUT RI
Salah satu peserta, Tati, membagikan pengalamannya mengikuti lomba ini. Setelah tahun lalu meraih juara kedua, tahun ini Tati berhasil menjadi juara pertama. Baginya, lomba ini menjadi ruang untuk perempuan turut aktif dalam perayaan kemerdekaan, menegaskan bahwa semangat nasionalisme tidak hanya milik laki-laki saja.
“Kami kaum perempuan juga punya peran penting dalam memeriahkan HUT RI. Ini bukan hanya soal kekuatan, tapi tentang menunjukkan partisipasi dan keberanian kami,” kata Tati.
Lebih dari Sekadar Lomba, Simbol Kebersamaan Warga
Meja adu panco di Kampung Rancawiru telah menjadi simbol perayaan kemerdekaan yang berbeda. Tidak hanya sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai titik berkumpul dan berbagi tawa antarwarga. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditampilkan menjadi warna khas perayaan 17 Agustus di kampung-kampung seperti di Lebak.
Dengan cara sederhana ini, warga Kampung Rancawiru menunjukkan bahwa kemerdekaan adalah milik bersama yang harus dirayakan dengan kegembiraan, kebersamaan, dan semangat saling mendukung.














Tinggalkan Balasan