Media Kampung, Serang – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) bersama TEFLIN Korwil Jawa Barat-Banten mengadakan workshop untuk memperkuat kompetensi guru Bahasa Inggris di Provinsi Banten. Kegiatan yang berlangsung secara bertahap pada 20-27 Agustus 2026 di Students Center 01 Kampus Sindang Sari ini fokus pada pengembangan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Inggris.

Workshop tersebut melibatkan 25 guru SMA yang mewakili Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dari berbagai daerah di Banten. Kegiatan ini bertujuan membekali para guru dengan pemahaman mendalam mengenai asesmen TKA serta kemampuan mengembangkan instrumen tes berkualitas yang sesuai dengan standar pembelajaran.

Baca juga:

Pelaksanaan Workshop dan Materi Pembekalan

UNTIRTA mengerahkan Language Center and International Office (LCIO) serta Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris sebagai pelaksana workshop. Acara dibuka secara resmi oleh Human Resource Coordinator LCIO UNTIRTA, Eko Suprianto, dan dibuka pula oleh Presiden TEFLIN Prof. Utami Widiati yang menekankan pentingnya penguatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini.

Wakil Ketua TEFLIN Korwil Banten, Dina Rachmawati, turut mengajak asosiasi, perguruan tinggi, dan MGMP untuk mempererat kolaborasi demi peningkatan kualitas guru di wilayah tersebut. Selama workshop, peserta memperoleh materi dari empat narasumber berpengalaman, yaitu:

  • Dina Rachmawati menjelaskan kerangka asesmen TKA.
  • Siti Aisah membahas strategi pembelajaran keterampilan membaca untuk pemahaman tekstual atau literal.
  • Siti Suharsih mengulas strategi membaca untuk pemahaman inferensial serta evaluasi dan apresiasi teks.
  • Rosmania Rima membahas teknik pengembangan butir soal.

Metode Pelatihan Praktis untuk Meningkatkan Kualitas Soal

Workshop tidak hanya berupa paparan materi, tetapi juga melibatkan praktik langsung. Peserta diajak berlatih menyusun tes dan soal pilihan ganda berbasis keterampilan membaca melalui simulasi kelompok. Setiap tahap didampingi fasilitator agar konsep asesmen dapat diterapkan dengan tepat.

Baca juga:

Setelah sesi kelompok, para guru melanjutkan proses produksi dan penyempurnaan butir soal secara mandiri. Hasil pekerjaan kemudian dinilai dan diberikan umpan balik oleh fasilitator sebelum diserahkan sebagai hasil akhir.

Respon Positif dari Peserta dan Dampak terhadap Pembelajaran

Arnilah, perwakilan MGMP Pendidikan Bahasa Inggris Kabupaten Serang, mengaku mendapat pemahaman yang lebih komprehensif mengenai TKA setelah mengikuti workshop. Ia menilai pelatihan ini membantu guru memahami karakteristik soal dan strategi penyusunan instrumen asesmen secara tepat.

Sementara itu, Fikar Sugiawan dari MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Pandeglang menyambut baik kerja sama antara TEFLIN Korwil Banten, UPA Bahasa, dan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNTIRTA yang menyediakan bekal aplikatif bagi guru. Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi TKA.

Baca juga:

Komitmen UNTIRTA dan TEFLIN dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Melalui kolaborasi ini, UNTIRTA dan TEFLIN menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan kapasitas guru dalam bidang asesmen dan pengembangan instrumen pembelajaran. Diharapkan hasil workshop dapat menghasilkan butir soal yang lebih terarah, relevan, dan berkualitas, sehingga mendorong peningkatan mutu pembelajaran dan asesmen di sekolah-sekolah di Provinsi Banten.