Media Kampung, Metro — Kampung Prancis atau Village Franais di Kota Metro berkembang menjadi pusat pembelajaran bahasa dan budaya Prancis bagi masyarakat. Komunitas yang diresmikan pada 24 Agustus 2025 ini juga mengangkat sejarah lokal terkait keturunan pekerja Indonesia di Kaledonia Baru.
Program ini dikembangkan melalui kolaborasi Universitas Lampung dan Pemerintah Kota Metro. Hingga kini, puluhan warga telah bergabung dan mengikuti kegiatan belajar secara rutin.
Latar Belakang Sejarah Blok Kaledonia
Pembentukan Kampung Prancis berawal dari sejarah Blok Kaledonia di Desa Totokaton. Kawasan itu dikenal sebagai tempat tinggal sebagian keturunan pekerja asal Indonesia yang pernah menetap di wilayah Prancis sebelum kembali ke tanah air. Keberadaan kampung ini menjadi upaya melestarikan sejarah sekaligus memberikan dampak positif bagi warga sekitar.
Program Pembelajaran dan Antusiasme Masyarakat
Dosen Universitas Lampung, Arie Fitria, menjadi salah satu penggerak komunitas bersama para pencinta bahasa Prancis dan Ikatan Alumni Prancis Indonesia Lampung. Kegiatan pembelajaran mencakup pengenalan bahasa, budaya, hingga gastronomi Prancis. Metode yang digunakan beragam, mulai dari ceramah hingga praktik langsung bersama penutur asli.
Antusiasme masyarakat terus meningkat. Tidak sedikit warga dari luar wilayah Metro yang mulai mencari informasi mengenai program dan materi pembelajaran yang tersedia.
Manfaat dan Harapan ke Depan
“Melalui pembelajaran bahasa dan budaya Prancis dapat meningkatkan soft skill, termasuk kemampuan beradaptasi dengan orang asing dan memiliki wawasan dalam pergaulan internasional,” ujar Arie Fitria, Senin, 13 Juli 2026. Keberadaan Kampung Prancis diharapkan dapat mendukung Metro sebagai kota pendidikan sekaligus memperkuat pelestarian sejarah lokal. Program ini juga menjadi sarana memperluas wawasan lintas budaya dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masyarakat.





















Tinggalkan Balasan