Media Kampung, Batam — Pemerintah Kota Batam terus mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, saat membuka Kenduri Seni Melayu (KSM) Kota Batam di Dataran Engku Puteri, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurut Amsakar, pengembangan sektor pariwisata menjadi bagian dari visi pembangunan Batam sebagai kota yang inovatif, berbudaya, dan berdaya saing. Berbagai agenda berskala nasional maupun internasional terus dihadirkan untuk memperkuat posisi Batam sebagai destinasi unggulan di Indonesia.

Ia mengatakan penyelenggaraan Kenduri Seni Melayu bukan hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga bagian dari strategi meningkatkan daya tarik wisata daerah melalui kolaborasi dengan para pelaku seni lokal maupun mancanegara.

“Batam ini memiliki visi untuk menjadikan kota ini sebagai kota Madani yang inovatif, berbudaya, berkeadilan sebagai pusat industri, pertumbuhan investasi dan pariwisata terdepan di Indonesia. Dalam konteks kepariwisataan itulah maka kehadiran Kenduri Seni Melayu ini saya pandang sebagai ruang untuk membangun kolaborasi dan sinergi,” ujar Amsakar.

Amsakar mengungkapkan tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam menunjukkan peningkatan dalam setahun terakhir. Kondisi tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus menghadirkan berbagai agenda yang mampu menarik lebih banyak wisatawan. Selain Kenduri Seni Melayu, Batam juga akan menjadi tuan rumah sejumlah kegiatan internasional yang diharapkan memberi dampak terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

“Selama satu tahun terakhir ini kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk ke Batam itu tumbuh… dari satu koma tiga menjadi kurang lebih satu koma tujuh juta orang,” katanya.

Menurut Amsakar, sektor pariwisata telah memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah melalui aktivitas hotel, restoran, hingga usaha pendukung lainnya. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat sektor tersebut sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Batam. Ia berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas budaya, dan masyarakat mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang semakin kompetitif sekaligus memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.