Media Kampung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk periode Dasarian II Juli 2026. Peringatan ini menyusul aktifnya fenomena El Nino serta menguatnya musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG, sebanyak sembilan provinsi masuk kategori siaga kekeringan, yaitu Bali, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Status siaga merupakan level yang lebih tinggi dari waspada. Sementara itu, belum ada wilayah yang masuk kategori awas atau level tertinggi.
Selain itu, status waspada kekeringan meteorologis berlaku di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Bali, DI Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, NTB, NTT, Papua Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
BMKG mencatat bahwa sebanyak 60,5 persen wilayah Indonesia atau setara 423 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau pada Dasarian I Juli 2026. Angka ini meningkat 11,6 persen dibandingkan dasarian sebelumnya. Indikasi penguatan kondisi atmosfer yang kering juga terlihat dari pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH), dengan 596 titik pengamatan (12,2 persen) pada kategori panjang (21–30 hari) dan 331 titik (6,8 persen) pada kategori sangat panjang (31–60 hari).
Analisis iklim global menunjukkan indeks Dipol Samudra Hindia (IOD) berada di angka -0,224, sementara anomali suhu permukaan laut di region Nino3.4 tercatat +1,88. Angka ini menegaskan bahwa fenomena El Nino telah aktif, yang umumnya berasosiasi dengan berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Di sisi lain, potensi hujan belum sepenuhnya hilang. Dinamika atmosfer regional yang dipengaruhi aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby masih terpantau aktif di beberapa wilayah dan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, seperti yang terjadi di Papua (99 mm/hari) dan Papua Tengah (76 mm/hari) pada 9 Juli 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan bahwa kekeringan di sejumlah daerah semakin meluas. Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sedikitnya 3.148 kepala keluarga atau 10.407 jiwa terdampak di empat desa di Kecamatan Kemalang. BPBD setempat telah menyalurkan 236 tangki atau sekitar 1.180.000 liter air bersih selama periode 15 Juni hingga 13 Juli 2026. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Banyumas dan Pemalang, dengan ribuan jiwa terdampak. Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan hingga 31 November 2026.























Tinggalkan Balasan