Media Kampung – 15 April 2026 | Lebaran Betawi 2026 menjadi ajang silaturahim sekaligus upaya pelestarian budaya Betawi yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, pada 30 Mei 2026. Acara ini menyatukan lebih dari dua puluh ribu warga, pemerintahan, serta komunitas seni dalam rangka memperkuat ikatan sosial menjelang Idul Fitri.
Festival menampilkan ragam kesenian tradisional seperti tari ondel‑ondel, musik gambang kromong, serta pertunjukan lenong yang menghidupkan kembali cerita-cerita klasik. Selain panggung utama, terdapat stan kuliner khas Betawi yang menyajikan nasi ulam, soto betawi, dan kue lumpur sebagai bagian dari warisan kuliner.
Ketua Panitia, H. Ahmad Fauzi, menyatakan, \”Kami ingin menumbuhkan rasa kebersamaan melalui seni tradisional yang menjadi identitas Betawi,\” menambahkan bahwa acara ini menjadi jembatan antar generasi. Ia juga menegaskan komitmen untuk menjadikan Lebaran Betawi sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan.
Silaturahim yang terjalin dalam rangka Lebaran Betawi mencerminkan nilai gotong‑royong dan persaudaraan yang menjadi inti budaya lokal. Kegiatan berbagi makanan, doa bersama, dan pertunjukan seni menciptakan atmosfer inklusif bagi semua lapisan masyarakat.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta memberikan dukungan logistik, termasuk penyediaan panggung, penerangan, dan keamanan. Bantuan tersebut memungkinkan pelaksanaan acara secara tertib tanpa mengganggu mobilitas warga sekitar.
Ribuan relawan dari komunitas Laskar Betawi, Mahasiswa Seni Budaya, serta LSM lingkungan turut berperan dalam persiapan dan pelaksanaan festival. Mereka membantu pemasangan dekorasi, pengelolaan sampah, serta pendampingan pengunjung yang membutuhkan informasi.
Upaya pelestarian budaya tampak jelas melalui workshop tari tradisional, lokakarya pembuatan topeng, dan sesi edukasi tentang bahasa Betawi. Peserta dapat belajar langsung dari seniman senior, sehingga pengetahuan turun temurun terjaga dan terintegrasi dalam kehidupan modern.
Secara ekonomi, festival menghasilkan perkiraan nilai tambah sebesar Rp 12 miliar melalui penjualan tiket, makanan, serta merchandise budaya. Usaha kecil menengah di sekitar Lapangan Banteng mencatat peningkatan penjualan rata‑rata 35 persen selama tiga hari acara.
Lebaran Betawi sendiri berawal dari tradisi perayaan Idul Fitri yang dipadukan dengan adat istiadat Betawi sejak era kolonial. Seiring waktu, perayaan ini berkembang menjadi platform ekspresi seni, memperkuat identitas komunitas di tengah arus globalisasi.
Setelah penutupan pada 1 Juni 2026, panitia bersama dinas kebersihan melaksanakan pembersihan area secara intensif, memastikan Lapangan Banteng kembali bersih. Mereka juga mengumumkan persiapan awal untuk Lebaran Betawi 2027, dengan rencana penambahan pameran digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan