Media Kampung – KDM Naik Kuda saat Kirab Budaya Tatar Sunda memukau ribuan warga Cianjur pada Rabu malam, 6 Mei 2026. Acara tersebut menjadi puncak rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar di sepuluh kota di Jawa Barat.
Jalan‑jalan utama Cianjur dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan parade budaya, menciptakan suasana meriah dan padat. Kerumunan begitu padat hingga sebagian ruas hampir tertutup total.
Dalam parade, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Erwan Setiawan, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, Wakil Bupati Ramzi, Kapolres AKBP Alexander Yurikho Hadi, serta Dandim 0608 Letkol Inf Bistok Barry Simarmata menunggang kuda bersama penari tradisional. Keberadaan mereka menambah keistimewaan acara dan menarik perhatian warga.
Rangkaian kirab menampilkan iring‑iringan penunggang kuda berpakaian adat, diiringi musik tradisional yang mengalun sepanjang rute dari alun‑alun kota menuju lapangan terbuka. Setiap kuda dihias dengan anyaman khas Sunda, menegaskan nilai estetika budaya setempat.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menilai antusias warga sangat istimewa, terutama saat kehadiran Bapak Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. “Tak sedikit masyarakat sampai histeris saat rangkaian kirab melintas,” ujarnya.
Penyelenggara menegaskan tujuan utama kirab ini adalah melestarikan warisan Tatar Sunda sekaligus mengekspresikan rasa syukur atas perjalanan budaya yang panjang. Acara juga dijadikan momentum memperkuat identitas dan jati diri masyarakat Sunda.
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda direncanakan untuk berkeliling sepuluh kota/kabupaten di Jawa Barat, menampilkan keanekaragaman seni tradisional serta produk hasil bumi dalam arak‑arang dongdang. Inisiatif tersebut didukung oleh pemerintah provinsi dan lembaga kebudayaan setempat.
Selama parade, penonton disuguhkan pertunjukan tari Jaipong, demonstrasi pencak silat, serta arak‑arang dongdang yang memamerkan hasil pertanian dan kerajinan lokal. Penampilan ini memperlihatkan keberagaman elemen budaya yang masih hidup dan relevan.
Panggung hiburan tambahan menampilkan artis Charly ST12 dan komedian Ohang, memberikan hiburan modern di sela‑sela pertunjukan tradisional. Kehadiran mereka menarik generasi muda untuk lebih mengenal budaya Sunda.
Polisi setempat memastikan keamanan sepanjang jalur parade, mengatur lalu lintas, serta mengevakuasi area rawan kerumunan demi kelancaran acara. Koordinasi antar‑instansi berjalan lancar tanpa insiden berarti.
Acara berakhir tepat waktu dengan sorakan warga yang masih mengisi area setelah pertunjukan, menandakan kepuasan publik terhadap penyelenggaraan. Masyarakat mengharapkan kelanjutan program serupa di tahun‑tahun mendatang.
Kirab Budaya Tatar Sunda di Cianjur menunjukkan sinergi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat dalam menghidupkan kembali nilai‑nilai tradisional sekaligus memperkuat rasa kebanggaan daerah. Keberhasilan ini menjadi contoh upaya pelestarian budaya di era modern.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan