Media Kampung – Arsenal mengamankan tiket final Liga Champions 2025/2026 setelah mengalahkan Atletico Madrid 1-0 pada leg kedua semifinal di Emirates Stadium, Rabu (6/5/2026).

Kemenangan agregat 2-1 menandai kembalinya The Gunners ke panggung final setelah jeda dua dekade.

Bukayo Saka menjadi penentu, mencetak gol pada menit ke-44 setelah memanfaatkan umpan lepas Leandro Trossard yang gagal dihalau Jan Oblak.

Gol tunggal itu membawa Arsenal meraih 30 clean sheet dalam semua kompetisi musim ini, catatan terbanyak sejak 1993/1994, menurut data Bola.com.

Kiper David Raya menambah clean sheet kesembilannya di Liga Champions, menjadikannya penjaga gawang Inggris dengan catatan paling banyak dalam satu musim.

Arsenal juga mencatat 14 laga beruntun tanpa kekalahan di ajang Eropa, rekor pribadi klub dalam kompetisi tersebut.

Statistik menunjukkan Arsenal menjadi klub Inggris kelima yang mencapai final Liga Champions dalam delapan musim terakhir, menyusul Liverpool, Tottenham, Manchester City, dan Chelsea.

Setelah leg pertama berakhir imbang 1-1 di Metropolitano, The Gunners meningkatkan intensitas pertahanan, menahan serangan Atletico yang dipimpin oleh Antoine Griezmann.

Pelatih Mikel Arteta menegaskan strategi “mode binatang buas” pada konferensi pers, mengatakan, “Kami memberikan segalanya, para pemain melakukan pekerjaan yang luar biasa.”

Arteta menambahkan bahwa timnya menyiapkan mentalitas agresif untuk menghadapi lawan di final yang akan digelar di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026.

Saka juga mencatat rekor pribadi, menjadi pemain Arsenal pertama yang mencetak gol di dua semifinal Liga Champions yang berbeda, yakni melawan PSG (2024/2025) dan Atletico (2025/2026).

Penampilan Saka di Emirates mencatat total 14 kontribusi gol (9 gol, 5 assist) hanya di kandang, data yang dirilis oleh Squawka.

Statistik defensif Arsenal menunjukkan rata-rata penguasaan bola 56% dan akurasi tembakan 68% dalam semifinal, menegaskan dominasi teknis mereka.

Atletico Madrid, yang sebelumnya menjuarai semifinal dengan kemenangan 5-4 melawan PSG, kini harus menelan kekalahan yang mengakhiri mimpi mereka.

Para pemain Atletico mengakui kualitas pertahanan Arsenal, dengan Carlos Sainz menyebutkan, “Mereka bermain seperti singa, tak memberi ruang bagi kami.”

Latar belakang sejarah mencatat Arsenal hanya pernah mencapai final Liga Champions pada 2006, dimana mereka kalah dari Barcelona.

Kemunculan kembali Arsenal ke final menambah kebanggaan supporter London Utara, yang merayakan kemenangan dengan ribuan nyala kembang api di sekitar Emirates.

Sejumlah analis sepak bola dari mediakampung.com menilai bahwa Arsenal kini berada pada puncak performa, dengan kombinasi serangan cepat dan pertahanan kokoh.

Jika berhasil mengalahkan lawan final, Arsenal akan menorehkan trofi Liga Champions pertama dalam 20 tahun, menutup era penantian panjang.

Dengan persiapan intensif, Arsenal melanjutkan sesi latihan khusus pada akhir pekan, fokus pada taktik transisi cepat dan pressing tinggi.

Penggemar kini menanti konfrontasi antara Arsenal dan potensial lawan final, baik Paris Saint-Germain maupun Bayern Munich, di Budapest.

Keberhasilan Arsenal menjadi bukti efektifnya kebijakan transfer dan pengembangan pemain muda yang dipimpin Mikel Arteta sejak 2023.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.