Media Kampung – Taman Safari Indonesia (TSI) menyatakan kesiapan untuk ikut serta dalam proses lelang pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen TSI dalam menjaga fungsi konservasi, kesejahteraan satwa, serta pengelolaan lembaga yang profesional dan berkelanjutan.
Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan partisipasi TSI dalam tahapan awal yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Bandung, termasuk mengikuti forum market sounding. Namun, hingga kini, pihak TSI masih menantikan kejelasan resmi terkait kelanjutan proses lelang tersebut.
Direktur Utama Taman Safari Indonesia, Aswin Sumampau, menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab. “Pengelolaan lembaga konservasi bukan sekadar urusan operasional, tetapi merupakan tanggung jawab jangka panjang yang mencakup kesejahteraan satwa, edukasi publik, kepatuhan regulasi, serta keberlanjutan institusi,” ujar Aswin.
TSI juga menegaskan bahwa setiap proses harus dijalankan secara hati-hati dan mengedepankan prinsip konservasi. Menurut Aswin, keselamatan dan kesejahteraan satwa harus menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil. “Fokus utama kami adalah memastikan seluruh satwa mendapatkan perlindungan terbaik, dengan tetap menghormati regulasi dan kewenangan yang berlaku,” tambahnya.
Dengan pengalaman lebih dari empat dekade dalam mengelola lembaga konservasi di Indonesia, TSI melihat Kebun Binatang Bandung memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi institusi modern berstandar internasional, tanpa meninggalkan nilai historisnya bagi masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan