Media KampungSemen Padang FC resmi terdegradasi dari Liga Super setelah hasil akhir musim berakhir pada posisi terendah, dan klub langsung menurunkan harga tiket pertandingan menjadi Rp20 ribu.

Pengumuman degradasi disampaikan oleh PSSI pada Jumat (5 Mei 2026) setelah pertemuan komite kompetisi meninjau poin dan selisih gol tim.

Direktur Utama Semen Padang, yang tidak disebutkan namanya, menegaskan bahwa klub akan melakukan evaluasi total guna memperbaiki performa di kompetisi mendatang.

“Kami akan melakukan evaluasi total, mulai dari manajemen, pelatih, hingga struktur pemain,” ujar CEO dalam konferensi pers singkat di Stadion Haji Agus Salim.

Langkah penurunan harga tiket diumumkan bersamaan dengan pernyataan CEO, dengan tujuan menarik kembali penonton yang berkurang pasca degradasi.

Harga tiket reguler sebelumnya Rp100 ribu, kini dikurangi menjadi Rp20 ribu untuk semua kelas, tanpa mengurangi fasilitas dasar seperti tempat duduk dan keamanan.

Kebijakan ini berlaku mulai pertandingan pertama Liga Indonesia 2 yang dijadwalkan pada 12 Juni 2026 melawan Persijap Jepara.

Manajemen klub berharap penurunan harga dapat meningkatkan kehadiran penonton setidaknya 30 persen dibandingkan musim lalu.

Data penjualan tiket musim lalu menunjukkan rata-rata kehadiran 4.500 penonton per laga, jauh di bawah kapasitas stadion yang menampung 15.000 orang.

Selain penurunan harga, klub juga mengumumkan program loyalitas bagi suporter dengan poin reward yang dapat ditukarkan merchandise resmi.

Semen Padang FC sebelumnya pernah menjuarai Liga 2 pada 2018 dan naik ke Liga Super pada 2019, namun kesulitan finansial dan performa buruk membuat mereka terpuruk.

Pengeluaran gaji pemain utama mencapai Rp12 miliar per musim, sementara pendapatan sponsor menurun 40 persen setelah degradasi.

Pihak sponsor utama, PT Semen Padang, menyatakan dukungan penuh dengan menambah dana operasional sebesar Rp5 miliar selama dua musim ke depan.

Komisi Liga Indonesia 2 menyetujui permohonan penurunan harga tiket setelah menilai dampak ekonomi lokal di Padang.

Kabupaten Padang Pariaman melaporkan potensi kehilangan pendapatan sekitar Rp2 miliar bila tiket tetap pada harga lama.

Analisis ekonomi independen dari Universitas Andalas memperkirakan bahwa penurunan harga dapat menambah pendapatan total klub hingga Rp15 miliar bila kehadiran naik sesuai target.

Namun, kritik muncul dari beberapa pengamat yang menilai penurunan harga dapat menurunkan persepsi nilai klub di mata publik.

Pengamat sepak bola, Budi Santoso, menilai “Evaluasi total harus mencakup restrukturisasi skuad, bukan sekadar strategi harga tiket,” dalam kolomnya di mediakampung.com.

Menanggapi kritik tersebut, CEO menegaskan bahwa strategi harga hanyalah salah satu langkah dalam paket perbaikan menyeluruh.

Sejauh ini, respons suporter tampak positif, dengan ribuan komentar di media sosial mengapresiasi penurunan harga tiket.

Club akan mengadakan pertemuan terbuka dengan suporter pada 20 Mei 2026 untuk mendengarkan masukan lebih lanjut.

Jika evaluasi total berhasil, Semen Padang FC menargetkan kembali promosi ke Liga Super dalam dua musim ke depan.

Perkembangan terbaru menunjukkan klub sedang merekrut tiga pemain muda dari akademi lokal untuk mengisi skuad Liga 2.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.