Media Kampung – Kuntulan Ewon menjadi sorotan utama peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Banyuwangi pada Sabtu 2 Mei 2024, ketika lebih dari seribu pelajar berkumpul di Taman Blambangan untuk menampilkan pertunjukan kolosal yang memadukan musik rebana, tari tradisional, dan nilai religius lokal.

Secara total 1.060 siswa dari jenjang SD hingga SMA berpartisipasi, terdiri dari 560 penabuh rebana dan 500 penari yang mewakili berbagai sekolah di Kabupaten Banyuwangi, menandai salah satu perayaan Hardiknas terbesar di Indonesia.

Kuntulan merupakan seni khas Banyuwangi yang berakar dari tradisi hadrah, awalnya berfungsi sebagai media dakwah Islam, namun seiring berjalannya waktu seni ini mengalami akulturasi dengan budaya Osing sehingga menampilkan unsur spiritual sekaligus identitas budaya daerah.

Para penabuh rebana mengenakan busana adat Osing berwarna hitam dengan udeng serta aksen merah putih, membentuk barisan panjang yang serempak, sementara penari menggerakkan badan mengikuti irama tabuhan, menciptakan gelombang koreografi yang dinamis dan memukau ribuan penonton.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, hadir langsung di lapangan, memberikan apresiasi tinggi dan menyatakan peringatan Hardiknas di Banyuwangi “adalah yang terbaik di Indonesia” serta menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kebudayaan di kalangan generasi muda.

“Keterlibatan pelajar dalam mengembangkan potensi diri sekaligus menjaga budaya lokal merupakan langkah strategis untuk menghasilkan generasi unggul yang tetap berakar pada nilai‑nilai budaya luhur,” ujar Abdul Mu’ti dalam sambutan resmi.

Lev i ta Oktaviani, siswi kelas VIII SMPN 2 Glagah, menuturkan kebanggaannya dapat tampil meski persiapan hanya kurang dari seminggu, menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi momen berharga untuk mempererat kebersamaan dan melestarikan warisan budaya Banyuwangi.

Bupati Ipuk Fiestiandani juga turun ke tengah lapangan untuk menari bersama para pelajar, menegaskan bahwa Hardiknas tidak sekadar perayaan formal melainkan sarana membangun karakter, identitas budaya, dan semangat kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, serta generasi muda, yang diharapkan terus berlanjut pada perayaan berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.